PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, Samsul Rizal merinci sebaran jumlah lapak yang tersedia untuk gelaran Pasar Ramadan tahun ini.

"Tercatat ada 488 lapak yang terbagi ke dalam tujuh titik strategis guna mengakomodasi para pedagang takjil dan kebutuhan berbuka puasa di wilayah Kota Cantik," katanya, Jumat, 20 Februari 2026.

Titik dengan jumlah lapak paling dominan berada di kawasan depan SMA Negeri 1 Palangka Raya.

Lokasi ini disiapkan secara khusus untuk menampung sebanyak 208 lapak, menjadikannya pusat konsentrasi pedagang terbesar di musim Ramadan kali ini.

Tingginya angka tersebut menunjukkan besarnya minat pelaku usaha mikro untuk berjualan di area pusat kota yang memiliki aksesibilitas tinggi.

Selain di pusat pendidikan menengah, kawasan universitas juga menjadi perhatian dengan alokasi yang cukup besar.

Samsul menyebutkan bahwa di halaman Masjid Shalahuddin Universitas Palangka Raya, pemerintah telah memetakan sebanyak 60 lapak.

Jumlah ini diharapkan mampu melayani kebutuhan mahasiswa maupun masyarakat umum yang berdomisili di sekitar area kampus selama bulan suci.

Sementara itu, untuk kawasan pasar tradisional, Pasar Datah Manuah menempati urutan kedua terbanyak dengan total 70 lapak yang disediakan bagi pedagang.

Di lokasi lain yang juga menjadi urat nadi perdagangan kota, yakni Pasar Kahayan, tersedia sebanyak 24 lapak.

Pembagian jumlah lapak di area pasar ini bertujuan agar aktivitas belanja rutin tetap selaras dengan penjualan kuliner musiman.

Area rumah ibadah ikonik juga tidak luput dari pemetaan jumlah lapak oleh DPKUKMP.

Masjid Al Husna tercatat memiliki kuota sebanyak 48 lapak, sedangkan untuk kawasan Masjid Kubah Kecubung disediakan sebanyak 38 lapak.

Penentuan jumlah di titik-titik ini telah disesuaikan dengan kapasitas lahan yang tersedia agar tidak mengganggu aktivitas ibadah warga sekitar.

Lokasi terakhir yang masuk dalam rincian resmi adalah Halaman Gedung Juang dengan kapasitas sebanyak 40 lapak.

Samsul menegaskan bahwa rincian angka di tujuh titik tersebut merupakan upaya pemerintah untuk mendistribusikan para pedagang secara merata.

Dengan total kapasitas yang mencapai ratusan unit, diharapkan seluruh pelaku UMKM dapat terwadahi dengan tertib di lokasi-lokasi yang telah ditentukan. (HENDRI/H)