BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Memasuki perdagangan awal pekan ini, beberapa faktor ini akan mempengaruhi pergerakan minyak sawit dan minyak nabati lainnya di pasar komoditas, Senin (19/12/2016).

Menurut analis yang dirangkum Lembaga Minyak Sawit Malaysia (MPOC), sebagian pelaku pasar pada perdagangan Senin ini masih akan memfaktorkan apa yang telah terjadi pada perdagangan akhir pekan lalu, yang diwarnai dengan pelemahan harga minyak sawit Malaysia akibat tekanan aksi ambil untung.

Aksi profit taking itu dilakukan menyusul meningkatnya harga minyak sawit Malaysia pada pekan lalu hingga menyentuh level tertinggi empat setengah tahun, yang memicu sebagian besar pelaku pasar untuk merealisasikan keuntungan.  

Pada akhir pekan lalu, futures minyak sawit Malaysia jatuh dari level tertinggi empat setengah tahun, yang selain diakibatkan aksi profit taking, juga karena merespons melemahnya harga minyak nabati lain yang diperdagangkan di Dalian Commodity Exchange, China. 

Tetapi, menguatnya futures minyak kedelai AS akhir pekan lalu juga bakal turut mempengaruhi pasar hari ini. Adapun kenaikan harga minyak kedelai acuan AS itu dipacu oleh meningkatnya ekspor seiring dengan meningkatnya permintaan dari mancanegara dan juga dipicu oleh kecemasan atas kondisi kekeringan di kawasan Argentina. 

Selain itu, menguatnya harga minyak mentah dunia akhir pekan lalu yang mendekati level tertinggi 17 bulan, juga bakal menjadi faktor penentu pergerakan harga komoditas dunia. Harga minyak mentah menguat setelah Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga pada 2017 dan sejumlah negara penghasil minyak besar di luar OPEC tampaknya akan mengikuti kesepakatan OPEC untuk memangkas produksi mulai tahun depan.

Pergerakan dolar AS yang mulai melemah akhir pekan lalu, juga turut mempengaruhi pergerakan harga komoditas, termasuk minyak sawit. Dengan mulai melemahnya dolar AS seiring dengan keputusan Federal Reserve untuk melakukan serangkaian penaikan suku bunga mulai akhir tahun ini hingga dua tahun ke depan, dinilai bisa memberikan tekanan terhadap harga minyak sawit.  (NEDELYA RAMADHANI/m)