PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palangka Raya melakukan pengawasan ketat terhadap takjil Ramadan yang beredar di sejumlah pusat keramaian di Kota Palangka Raya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat aman, layak, dan bebas dari bahan berbahaya.

Pengawasan tersebut dilaksanakan sejak hari pertama Ramadan dengan menyasar pusat jajanan takjil atau wadai Ramadan yang menjadi tujuan utama warga menjelang waktu berbuka puasa.

Kepala BBPOM Palangka Raya, Ali Yudhi Hartanto, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk perlindungan konsumen, sekaligus upaya pencegahan peredaran pangan olahan yang mengandung bahan kimia berbahaya.

Di tengah keramaian aktivitas jual beli di sepanjang Jalan Yos Sudarso, petugas Laboratorium Pengujian bersama tim Informasi dan Komunikasi (Infokom) BBPOM Palangka Raya melakukan pengambilan sampel di tiga lokasi strategis, yakni Pasar Ramadan Datah Manuah, Bazaar Ramadan Pemprov Kalimantan Tengah 2026, serta kawasan Masjid Shalahuddin Universitas Palangka Raya (UPR).

Sebanyak 30 sampel makanan dan minuman diambil untuk diuji, dengan fokus pada pangan berisiko tinggi yang banyak dikonsumsi masyarakat, seperti tahu, pentol, mie, serta minuman segar berupa es buah dan es sirup.

Pengujian dilakukan menggunakan metode rapid test kit untuk mendeteksi keberadaan empat bahan kimia berbahaya, yaitu Formalin, Boraks, Methanil Yellow, dan Rhodamin-B.

“Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel yang diperiksa 100 persen aman dan negatif dari bahan berbahaya. Ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat selama menjalankan ibadah puasa,” ujar Ali Yudhi Hartanto, Jumat, 20 Februari 2026.

Selain melakukan pengujian laboratorium, BBPOM Palangka Raya juga mengintensifkan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada para pedagang dan pengunjung pasar Ramadan.

Petugas membagikan leaflet 5 Kunci Keamanan Pangan, sekaligus memberikan edukasi langsung mengenai bahaya jangka panjang penggunaan pewarna tekstil dan bahan pengawet non-pangan yang masih berpotensi disalahgunakan.

Sebagai bentuk pendekatan humanis dan apresiasi, BBPOM Palangka Raya juga membagikan suvenir kepada pedagang dan masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Di akhir kegiatan, BBPOM Palangka Raya menyampaikan apresiasi kepada para pedagang yang telah menjaga kualitas dan keamanan produk dagangannya, serta mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas.

“Mari tetap waspada dengan selalu cek kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa sebelum membeli dan mengonsumsi pangan,” pungkasnya. (PATHUR/j)