PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Suasana hangat mewarnai buka puasa bersama yang digelar keluarga Haji Abdul Rasyid di Mercure Pangkalan Bun, Kamis, 19 Februari 2026 sore hingga malam. Momentum hari pertama Ramadan itu dimanfaatkan untuk berbagi kebahagiaan bersama 100 anak yatim dari sejumlah panti asuhan di Kotawaringin Barat.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian sosial keluarga dalam menyambut bulan suci, dengan menghadirkan anak-anak yatim untuk berbuka puasa bersama dalam suasana penuh kebersamaan.

Sebanyak 100 anak yatim yang hadir berasal dari lima panti asuhan, yakni Panti Darul Yatim, Panti Muhammadiyah, Panti Al Hidayah, Panti Al Hidayatullah Kumai, serta Panti Al Aufa Palingkau. Total undangan terdiri dari 63 anak laki-laki dan 37 anak perempuan.

Dalam sambutan dari perwakilan keluarga sekaligus COO CBI Group, Ahmad Faisal, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari komitmen dan tanggung jawab moral untuk terus berbagi.

“Kegiatan ini bukan hanya agenda tahunan, tetapi merupakan bagian dari komitmen dan tanggung jawab moral untuk terus berbagi. Harapannya, momen ini bukan hanya ajang buka puasa, tetapi juga menjadi sarana memperkuat rasa persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah insaniyah,” ujarnya.

Ia menambahkan, Ramadan menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat berbuat kebaikan serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.

Putri H. Abdul Rasyid AS, Ernis Desidistrisna, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian keluarga untuk menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim di awal Ramadan.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim. Semoga kegiatan ini menambah keberkahan dan memberikan kekuatan bagi kita semua dalam menjalankan ibadah puasa satu bulan ke depan,” ucapnya.

Melalui kegiatan tersebut, keluarga berharap semangat berbagi tidak hanya hadir pada momen seremonial, tetapi terus tumbuh sepanjang Ramadan sebagai penguat kepedulian sosial dan persaudaraan di Kotawaringin Barat. (SITI AKOBAH/y)