BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua Umum DPP Timorest Gab Mandiri, Alberto Madeira Da Silva melakukan pengecekan lokasi perumahan MBR di beberapa titik di Kota Palangka Raya, Kamis 19 Februari 2026.
Kehadirannya ke ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah ini juga didampingi pengurus Timorest Gab Mandiri Untas Kalbar Wilayah Kalteng.
Dalam kunjungan ini Alberto mengungkapkan bahwa pada tahap awal akan dibangun 6.000 unit rumah MBR dari total kuota 15.000 unit yang dialokasikan untuk Kalimantan Tengah.
Sekretaris DPD Timorest Gab Mandiri Untas Kalbar Wilayah Kalimantan Tengah, Hartony mengatakan pembangunan tahap pertama difokuskan pada lokasi yang telah memenuhi aspek legalitas lahan dan kesiapan infrastruktur dasar.
“Untuk tahap awal ini kami memastikan lahan sudah clear and clean, akses jalan memadai serta dekat dengan fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah dan pusat layanan kesehatan,” ujar Hartoni kepada Borneonews.co.id.
Ia menambahkan program pembangunan rumah MBR ini untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar memiliki hunian layak dengan skema yang terjangkau.
Menurutnya target 6.000 unit di tahap awal diharapkan dapat segera direalisasikan tahun ini sembari menunggu proses administrasi dan teknis untuk sisa kuota 9.000 unit berikutnya.
Alberto juga menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan pemerintah daerah agar pelaksanaan pembangunan berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Kami ingin program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Karena itu koordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait menjadi prioritas,” tegasnya.
Dengan adanya pembangunan 15.000 unit rumah MBR di Kalimantan Tenga diharapkan dapat membantu mengurangi backlog perumahan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor konstruksi dan penyerapan tenaga kerja lokal.
Hartoni menambahkan program MBR yang dilaksanakan oleh Timorest Gab Mandiri ini dikhususkan untuk menampung eks pro integrasi TimurTimor yang berdomisili di Kalteng. Kuotanya 40 persen untuk eks Timur Timur dan sisanya 60 persen untuk warga lokal.
Program rumah murah ini skemanya berbeda dengan perumahan kredit konvensional. Cicilannya murah dan hanya berjangka 7 tahun. (ROKIM)









