BORNEONEWS, Muara Teweh – Kinerja investasi Kabupaten Barito Utara menunjukkan tren positif. Hingga akhir Desember 2025, realisasi investasi daerah mencapai 90,56 persen dari target yang telah disesuaikan sebesar Rp2,4 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Barito Utara, Drs Jufriansyah, mengatakan capaian tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan kompetitif.
“Target awal investasi ditetapkan sebesar Rp1,9 triliun. Namun melihat perkembangan dan potensi yang ada, target tersebut disesuaikan menjadi Rp2,4 triliun. Hingga akhir 2025, realisasinya telah mencapai 90,56 persen, dan ini merupakan capaian yang sangat signifikan,” ujar Jufriansyah di Muara Teweh, Jumat, 20 Februari 2026.
Ia menjelaskan, sektor primer masih menjadi penyumbang terbesar realisasi investasi daerah, baik dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA). Sektor berbasis sumber daya alam tersebut dinilai masih menjadi daya tarik utama bagi para investor.
“Tingginya realisasi di sektor primer menunjukkan bahwa Barito Utara memiliki potensi dan daya saing yang kuat. Dukungan kebijakan daerah, kemudahan perizinan, serta pelayanan yang semakin cepat dan transparan turut mendorong minat investasi,” jelasnya.
Meski demikian, DPMPTSP Barito Utara terus mendorong diversifikasi investasi dengan membuka peluang di sektor-sektor lainnya agar pertumbuhan ekonomi daerah lebih merata dan berkelanjutan.
Jufriansyah berharap capaian realisasi investasi tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesempatan kerja, serta kesejahteraan masyarakat.
“Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan perizinan dan kemudahan berusaha, sehingga iklim investasi di Barito Utara semakin baik dan mampu menarik lebih banyak investor ke depan,” pungkasnya. (RAMADHANI/j)









