JAKARTA –

BORNEONEWS, Brussels – Uni Eropa memperingatkan bahwa setiap eskalasi militer terkait ketegangan program nuklir Iran berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Uni Eropa menegaskan kembali bahwa jalur diplomasi merupakan satu-satunya solusi yang dapat ditempuh untuk meredakan ketegangan tersebut.

Juru Bicara Komisi Eropa, Anouar El Anouni, Kamis, 19 Februari 2026, menyatakan Uni Eropa menyambut baik laporan kemajuan perundingan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran.

“Kami sepenuhnya mendukung upaya diplomatik antara Washington dan Teheran. Diplomasi adalah satu-satunya jalan yang memungkinkan untuk menghindari eskalasi,” ujar El Anouni kepada wartawan.

Ia menegaskan, Iran perlu menunjukkan keseriusan dalam merespons kekhawatiran komunitas internasional terkait program nuklirnya. Menurutnya, peningkatan ketegangan militer justru akan memperburuk situasi keamanan di kawasan.

“Eliminasi opsi militer dan penahanan diri semua pihak sangat penting. Eskalasi militer akan membawa dampak besar terhadap stabilitas Timur Tengah,” tegasnya.

Uni Eropa juga kembali menegaskan komitmennya terhadap perdamaian dan keamanan kawasan, serta mendesak seluruh pihak mematuhi hukum internasional dan menghindari langkah-langkah provokatif yang dapat memicu konflik baru.

Peringatan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya kehadiran militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Washington dilaporkan telah mengerahkan kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln, sementara USS Gerald R. Ford bersama tambahan armada jet tempur juga dalam perjalanan menuju kawasan.

Ketegangan ini berkaitan dengan perundingan nuklir Iran yang kembali digelar di Jenewa. Pertemuan tersebut merupakan putaran kedua sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu. Putaran pertama perundingan sebelumnya berlangsung di Muscat, Oman, pada 6 Februari.

Sumber: Anadolu/ANTARA