JAKARTA –

BORNEONEWS, Hamilton – Iran memperingatkan akan memberikan respons tegas dan proporsional terhadap setiap bentuk agresi militer yang ditujukan kepadanya. Pemerintah Iran menegaskan Amerika Serikat akan memikul tanggung jawab penuh atas segala konsekuensi yang timbul.

Peringatan tersebut disampaikan Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui surat resmi yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan kepresidenan Dewan Keamanan PBB, sebagaimana dilaporkan Anadolu, Kamis, 19 Februari 2026.

Dalam surat itu ditegaskan bahwa Iran tidak mencari eskalasi konflik ataupun perang. Namun, Teheran menekankan siap menggunakan hak membela diri apabila menjadi sasaran serangan militer.

“Republik Islam Iran tidak mencari ketegangan dan tidak akan memulai perang apa pun. Namun, jika Iran menjadi sasaran agresi militer, kami akan merespons secara tegas dan proporsional sesuai Pasal 51 Piagam PBB,” tulis perwakilan Iran.

Iran juga memperingatkan bahwa seluruh pangkalan, fasilitas, dan aset militer pihak yang dianggap musuh di kawasan akan menjadi target sah dalam konteks pembelaan diri. Dalam hal ini, Iran menegaskan Amerika Serikat akan bertanggung jawab penuh dan langsung atas dampak yang dapat bersifat tidak terduga dan sulit dikendalikan.

Surat tersebut turut menyinggung unggahan media sosial Presiden AS Donald Trump pada 18 Februari yang dinilai sebagai ancaman terbuka penggunaan kekuatan militer terhadap Iran. Ancaman itu disebut merujuk pada kemungkinan pemanfaatan fasilitas militer AS di Diego Garcia serta pangkalan RAF Fairford di Inggris.

Iran mendesak PBB untuk segera mengambil langkah konkret guna mencegah eskalasi konflik. Teheran menilai ancaman militer AS mencerminkan risiko nyata terjadinya agresi yang berpotensi membawa dampak besar bagi stabilitas kawasan Timur Tengah serta mengancam perdamaian dan keamanan internasional.

Meski demikian, Iran menegaskan tetap berkomitmen pada jalur diplomasi. Misi Iran di PBB menyatakan dukungan terhadap prinsip Piagam PBB dan solusi diplomatik, serta menegaskan telah terlibat secara konstruktif dan beritikad baik dalam perundingan nuklir dengan Pemerintah Amerika Serikat.

ANTARA