PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan limbah rumah tangga melalui optimalisasi Bank Sampah Kapakat Itah.

Berlokasi strategis di Jalan Wortel, tepatnya di belakang kantor Kelurahan Panarung, bank sampah ini hadir sebagai solusi bagi warga untuk menyulap barang bekas menjadi barang bernilai ekonomi tinggi.

Program ini diharapkan dapat menekan volume sampah yang berakhir di TPA sekaligus memberikan manfaat finansial langsung bagi masyarakat.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Berlianto, menyampaikan bahwa Bank Sampah Kapakat Itah tidak hanya sekadar tempat pembuangan, tetapi juga sarana edukasi bagi warga.

Ia menekankan pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga.

"Kami ingin masyarakat mulai melihat sampah bukan sebagai beban, melainkan potensi ekonomi yang jika dikelola dengan jujur dan bersih, dapat membawa berkah bagi keluarga," ujar Berlianto, Sabtu, 21 Februari 2026.

Keunggulan dari Bank Sampah Kapakat Itah terletak pada fleksibilitas sistem penukarannya.

Warga yang menyetorkan sampah tidak hanya mendapatkan uang tunai, tetapi juga memiliki beragam pilihan tabungan yang menarik.

Hasil penimbangan sampah dapat dikonversi menjadi tabungan emas, sembako, voucher belanja, hingga token listrik. Diversifikasi reward ini sengaja dirancang agar menarik minat berbagai lapisan masyarakat untuk ikut serta dalam gerakan peduli lingkungan.

Berdasarkan daftar harga terbaru yang dirilis, terdapat 18 jenis kategori barang yang diterima oleh Bank Sampah Kapakat Itah dengan harga yang kompetitif.

Sampah jenis plastik seperti PET bersih dihargai Rp 4.000 per kilogram, sementara kategori logam seperti Alma (Aluminium) memiliki nilai jual tertinggi mencapai Rp 19.800 per kilogram.

Bahkan, limbah cair seperti minyak jelantah juga dihargai Rp 4.000 per liter, yang menunjukkan bahwa hampir semua limbah rumah tangga memiliki nilai jual.

Selain jenis plastik dan logam, kategori kertas seperti kardus, HVS, dan buku paket juga menjadi komoditas yang dicari dengan kisaran harga Rp 300 hingga Rp 1.500 per kilogram.

Untuk jenis kemasan khusus seperti kaleng Sprite, bank sampah ini memberikan apresiasi harga hingga Rp 14.000.

Kejelasan daftar harga ini diharapkan dapat memotivasi warga untuk lebih teliti dalam memilah sampah kertas dan plastik agar mendapatkan keuntungan maksimal saat ditukarkan. (HENDRI/H)