BORNEONEWS, Sampit - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur menunjukkan bahwa TPT di daerah tersebut mengalami penurunan pada tahun 2025, menjadi 4,56%.
Meski mengalami tren penurunan, dalam perbandingan antar kabupaten/kota di Provinsi Kalteng tahun 2025, TPT Kotim menempati posisi ketiga tertinggi.
"TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah Angkatan Kerja. Semakin tinggi nilai indikator ini, semakin banyak persediaan tenaga kerja yang tidak terpakai," kepala BPS Kotim, Eddy Surahman, Sabtu, 21 Februari 2026.
TPT Kotim rata-rata mengalami penurunan setiap tahunnya. Hal ini terjadi sama dengan tren Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang terus menurun dari tahun 2021 hingga mencapai 3,97% pada tahun yang sama.
Menurut data yang dirilis BPS, TPT Kotim selama periode 2021-2024 menunjukkan tren penurunan konsisten yaitu 5,15% (2021) , 5,00% (2022), 4,77% (2023), 4,63% (2024) dan 4,56% (2025).
Sedangkan TPT Provinsi Kalteng 4,53% (2021), 4,26% (2022), 4,10% (2023), dan 4,01% (2024) dan 3,97% (2025).
"Secara perkembangan, baik Kotim maupun Provinsi Kalteng mengalami penurunan TPT dari 2021 hingga 2025," jelas Eddy.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, meski mengalami tren penurunan, dalam perbandingan antar kabupaten/kota di Provinsi Kalteng tahun 2025, TPT Kotim menempati posisi ketiga tertinggi.
"TPT Kotim tahun 2025 sebesar 4,56%. Posisi ini berada di bawah Kota Palangka Raya yang menjadi daerah dengan TPT tertinggi di Kalteng yaitu 5,23%, dan Kabupaten Katingan (4,59%). Kabupaten Pulang Pisau memiliki TPT terendah di provinsi ini, yaitu 2,23%," tambahnya. (DEVIANA/H)









