PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DistanKetpang) Palangka Raya telah melakukan pengobatan terhadap 4 ekor sapi yang menunjukkan gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kasus ini ditemukan pada ternak yang berada di wilayah kota, dengan rincian 2 ekor sapi jenis Bali dan 2 ekor sapi jenis Limosin.

Tindakan pengobatan langsung dilakukan oleh tim teknisi dari DistanKetpang setelah menerima laporan mengenai kondisi ternak yang menunjukkan gejala khas PMK, seperti luka pada mulut, gatal di sekitar kuku, serta penurunan nafsu makan.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya preventif dan kuratif untuk mengendalikan penyebaran penyakit yang dapat membahayakan kesehatan ternak.

Kepala DistanKetpang Palangka Raya, Sugianto, menjelaskan bahwa penanganan kasus ini tidak hanya bertujuan menyembuhkan ternak yang terinfeksi, tetapi juga sebagai bentuk peringatan bagi seluruh peternak di daerah.

"Langkah ini sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap PMK seiring mulai masuknya sapi potong persiapan kurban dari luar daerah," ungkapnya, Sabtu, 21 Februari 2026.

Menurut Sugianto, masuknya sapi potong dari berbagai daerah menjadikan risiko penyebaran penyakit ternak semakin tinggi.

Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap setiap kelompok ternak yang masuk ke wilayah Palangka Raya, baik untuk keperluan peternakan maupun persiapan ibadah kurban.

Upaya peningkatan kewaspadaan ini juga dilakukan guna menjaga kesehatan ternak dan keamanan pangan bagi masyarakat Palangka Raya. PMK tidak hanya dapat menyebabkan kerugian ekonomi bagi peternak, tetapi juga berpotensi mempengaruhi keamanan konsumsi daging sapi yang akan dikonsumsi masyarakat.

Selain pengobatan dan pemantauan, DistanKetpang juga mengimbau para peternak dan pengusaha ternak untuk segera melaporkan jika menemukan ternak dengan gejala tidak normal.

"Kami siap memberikan bantuan teknis dan pengobatan secara cepat, serta melakukan penyuluhan mengenai cara pencegahan penyakit ternak agar kondisi ternak tetap sehat menjelang musim kurban," pungkasnya. (PATHUR/H)