PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pasar Ramadan Datah Manuah di Palangka Raya telah menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat sejak dibuka oleh Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin beberapa waktu lalu.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM Perindustrian (DPKUKMP) Palangka Raya, Samsul Rizal, menyampaikan bahwa hingga hari kedua pembukaan, pasar ini telah mencatat jumlah pengunjung sebanyak 2.803 orang.

Kegiatan pasar Ramadan yang tahun ini kembali digelar di lokasi Datah Manuah menjadi salah satu pilihan utama masyarakat Palangka Raya untuk memenuhi kebutuhan keperluan selama bulan suci Ramadan.

Berbagai jenis produk mulai dari bahan makanan pokok, lauk pauk, hingga kerajinan tangan dan produk UMKM lokal menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung.

Samsul Rizal menyampaikan bahwa angka pengunjung yang tercatat tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan aktivitas ekonomi di daerah. 

"Kami berharap antusiasme ini tentunya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di Palangka Raya," katanya, Sabtu, 21 Februari 2026.

Menurutnya, keberadaan pasar Ramadan tidak hanya memudahkan akses masyarakat terhadap kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) serta pedagang lokal untuk meningkatkan penjualan mereka.

Hal ini berdampak langsung pada peningkatan pendapatan para pelaku ekonomi rakyat.

DPKUKMP Palangka Raya juga telah melakukan berbagai persiapan matang sebelum pasar dibuka, mulai dari penataan lokasi, pengaturan stand usaha, hingga pengawasan terhadap kualitas dan harga produk yang dijual.

Tujuan utama dari persiapan tersebut adalah memastikan kenyamanan dan keamanan bagi para pengunjung serta menjamin keadilan bagi seluruh pihak yang terlibat.

Diharapkan antusiasme masyarakat yang tinggi ini akan terus berlanjut hingga akhir bulan Ramadan.

"Kami juga berharap bahwa keberhasilan pasar Ramadan tahun ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi serupa di masa mendatang, guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih pesat dan merata," pungkasnya. (PATHUR/H)