BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kotawaringin Timur, Abdul Sahid prihatin dengan banyaknya remaja di Kotim yang terjerat kasus penyakit masyarakat (pekat). Akhir pekan lalu, razia penyakit masyarakat yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kotim, banyak menjaring pasangan bukan muhrim dan remaja.
“Kami prihatin dengan kondisi pergaulan remaja di Kota Sampit, Kotim. Hal ini menunjukkan perilaku dan moral remaja kita mulai tergerus akibat pergaulan bebas,” kata Abdul Sahid, yang juga Sekretaris Komisi III DPRD Kotim, di Sampit, Senin (19/12/2016).
Karena itu, politisi PKS itu meminta agar Pemkab Kotim melalui Satpol PP rutin menggelar razia di hotel-hotel maupun tempat hiburan malam (THM). Guna menekan potensi kenakalan dan pergaulan bebas remaja di daerah yang dipimpin Bupati Supian Hadi itu.
“Kami sepakat penertiban harus berkelanjutan. Sasarannya juga harus ditingkatkan, tidak hanya di hotel dan THM tertentu saja. Karena bisa jadi kalau sudah sering dirazia tempatnya pun akan berpindah,” ucap Sahid.
Pengawasan dari orang tua memiliki peran yang sangat penting. Akan lebih baik anak usia sekolah dan mahasiswa tidak dibiarkan berkeliaran di luar rumah pada jam-jam malam, apalagi hingga larut malam.
“Kami lihat sekarang anak-anak usia sekolah dan mahasiswa lebih bebas berkeliaran di luar rumah hingga larut malam. Harapan kami orang tua bisa lebih ketat dalam mengawasi anak. Bukan untuk mengekang, tetapi antisipasi anak terjerumus dalam kenakalan remaja dan pergaulan bebas,” jelas dia.
Pengelola THM juga mesti memiliki kesadaran dan tanggung jawab dengan memfilter pengunjung usia sekolah dan remaja masuk ke THM. (M. RIFQI/N).








