PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS,Palangka Raya –  Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, memberikan peringatan khusus kepada seluruh penanggung jawab yang mengelola Pasar Ramadan untuk memperhatikan kebersihan. Jangan sampai, aktivitas pasar berakhir dengan penumpukan sampah.

Ini disampaikan berkaca dari beberapa tahun sebelumnya, bahwa seringkali ditemukan banyak sampah yang ditinggalkan di lokasi pasar setelah kegiatan selesai. Kondisi tersebut mengganggu kebersihan lingkungan dan mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

"Kami mengingatkan secara tegas kepada semua penanggung jawab pasar Ramadan jangan sampai setelah pasar ini berlangsung justru menimbulkan sampah," tegas Fairid, Sabtu 21 Februari 2026. 

Ia menekankan bahwa kebersihan harus menjadi prioritas utama, tidak hanya selama acara berlangsung tetapi juga setelahnya.

Ia menjelaskan, pengelola pasar harus menyusun rencana pengelolaan sampah yang jelas sebelum acara dimulai. Hal ini mencakup penyediaan tempat sampah yang cukup di setiap sudut lokasi, jadwal pengangkutan sampah yang teratur selama acara berlangsung, serta program pembersihan menyeluruh setelah pasar resmi ditutup.

Selain itu, pihaknya dari pemerintah kota juga akan melakukan pemantauan secara berkala ke seluruh lokasi Pasar Ramadan di Palangka Raya. 

"Penanggung jawab yang tidak memenuhi persyaratan kebersihan akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku, sebagai bentuk tegasan dalam menjaga kebersihan kota," bebernya.

Fairid mengajak seluruh masyarakat yang berbelanja di Pasar Ramadan untuk turut serta menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.

Ia berharap, Pasar Ramadan tahun ini dapat berjalan dengan lancar, nyaman, dan tetap menjaga kebersihan lingkungan bagi kenyamanan bersama. (MARINI/y)