BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya merilis data terbaru kemiskinan tahun 2025. Persentase penduduk miskin tercatat sebesar 3,62 persen, dengan garis kemiskinan di atas Rp580 ribu per kapita per bulan.
Kepala BPS Kota Palangka Raya Amos Adam Residul menjelaskan, angka tersebut mencerminkan proporsi penduduk yang belum mampu memenuhi kebutuhan dasar hidup secara layak, baik kebutuhan pangan maupun nonpangan.
“Garis kemiskinan Palangka Raya berada di kisaran Rp580 ribu lebih per kapita per bulan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu, 22 Februari 2026.
Ia menerangkan, garis kemiskinan dihitung berdasarkan total pengeluaran minimum yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan gizi dasar serta kebutuhan nonmakanan esensial seperti perumahan, pendidikan, dan kesehatan.
Angka kemiskinan 3,62 persen menjadi indikator penting kondisi sosial ekonomi masyarakat Palangka Raya sepanjang 2025. Data tersebut juga berfungsi sebagai rujukan utama bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan dan program penanggulangan kemiskinan.
“Data ini menjadi dasar perencanaan agar intervensi pemerintah dapat lebih tepat sasaran dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambah Amos.
BPS menegaskan bahwa data kemiskinan disusun melalui survei dan penghitungan yang dilakukan secara sistematis dengan metodologi standar nasional. Ke depan, BPS Kota Palangka Raya akan terus memantau dinamika sosial ekonomi masyarakat dan menyajikan data secara berkala untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah. (MARINI/j)









