PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Puskeswan Kalampangan Kota Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono, mengimbau para pengusaha dan peternak sapi agar tidak mengabaikan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK. Pasalnya, kasus PMK hingga kini belum sepenuhnya hilang dan masih berpotensi muncul kembali apabila kewaspadaan menurun.

Menurut Eko, vaksinasi menjadi langkah paling efektif untuk melindungi ternak dari risiko penularan. Ia menegaskan, perlindungan kesehatan hewan bukan hanya untuk mencegah kerugian ekonomi, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kualitas hewan ternak yang dipasarkan.

“Peternak jangan lengah. PMK memang sudah jauh menurun dibanding sebelumnya, tetapi bukan berarti sudah benar-benar tidak ada. Vaksinasi tetap harus dilakukan secara berkala,” ujarnya pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Ia menambahkan, upaya pencegahan ini menjadi semakin penting menjelang momen besar keagamaan seperti Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha. Pada periode tersebut, permintaan sapi biasanya meningkat signifikan, sehingga kesehatan ternak harus benar-benar terjamin.

Eko menjelaskan, sapi yang akan dijual untuk kebutuhan hari raya harus dalam kondisi sehat, bebas dari gejala penyakit, dan telah mendapatkan vaksin sesuai ketentuan. Hal ini demi memberikan rasa aman bagi pembeli sekaligus mencegah potensi penyebaran penyakit antarwilayah.

"Puskeswan Kalampangan siap memberikan layanan vaksinasi serta pendampingan kepada para peternak," katanya.

Ia pun mengajak seluruh pelaku usaha peternakan di Palangka Raya untuk proaktif berkoordinasi dengan petugas kesehatan hewan guna memastikan ternaknya tetap sehat dan layak jual. (TESTI PRISCILLA/y)