BORNEONEWS, Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menekankan pentingnya pengendalian inflasi daerah pada bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, menyusul potensi peningkatan harga bahan makanan dan minuman.
Menurut Fairid, lonjakan permintaan bahan pangan yang terjadi secara musiman kerap menjadi faktor utama pendorong inflasi jika tidak diantisipasi sejak dini melalui penguatan pasokan dan pengawasan harga.
“Pemerintah daerah harus hadir untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga, sehingga inflasi dapat dikendalikan dan daya beli masyarakat tidak tertekan,” ujarnya, Minggu, 22 Februari 202).
Ia menegaskan, pengendalian inflasi bukan hanya menyangkut harga di tingkat pedagang, tetapi juga mencakup kelancaran distribusi, kecukupan stok, dan keterjangkauan harga bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Dinas Perdagangan melakukan pemantauan harga secara rutin, memperkuat koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha, serta menyiapkan operasi pasar dan pasar murah apabila terjadi kenaikan harga di luar batas kewajaran.
Selain itu, pengawasan terhadap potensi praktik penimbunan dan distorsi harga turut diperkuat guna menjaga stabilitas pasar selama Ramadan dan Idul Fitri.
Pemerintah kota juga mendorong transparansi harga melalui penyebaran informasi harga acuan bahan pokok kepada masyarakat agar konsumen dapat berbelanja secara lebih bijak dan tidak terjebak lonjakan harga sesaat.
“Pengendalian inflasi daerah memerlukan sinergi semua pihak. Dengan langkah preventif dan koordinasi yang kuat, kami optimistis stabilitas harga dan kondisi ekonomi masyarakat Palangka Raya dapat terjaga selama Ramadan,” pungkas Fairid. (MARINI/j)









