BORNEONEWS, Palangka Raya – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Tengah memproyeksikan kebutuhan uang kartal di wilayah Kalteng selama Ramadan 1447 Hijriah mencapai Rp3,28 triliun, meningkat dibandingkan periode Ramadan tahun sebelumnya.
Kepala Perwakilan BI Kalteng Yuliansah Andrias mengatakan, kenaikan kebutuhan uang tunai sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan transaksi masyarakat menjelang dan selama Ramadan hingga Idul Fitri.
“Permintaan uang kartal biasanya meningkat signifikan pada Ramadan, seiring naiknya belanja kebutuhan pokok, aktivitas di pasar Ramadan, serta kebutuhan sosial seperti zakat, sedekah, dan THR,” ujar Yuliansah, Minggu, 22 Februari 2026.
Ia menjelaskan, BI telah menyiapkan pemenuhan kebutuhan uang kartal tersebut melalui distribusi terencana dan bertahap kepada perbankan dan lembaga keuangan di seluruh Kalteng, dimulai beberapa minggu sebelum Ramadan.
Distribusi dilakukan untuk memastikan ketersediaan uang tunai yang cukup, merata, dan tepat waktu, termasuk di wilayah kabupaten dan daerah yang memiliki keterbatasan akses perbankan.
Selain kebutuhan transaksi harian, Yuliansah menambahkan bahwa preferensi masyarakat menggunakan uang tunai saat berbelanja di pasar Ramadan serta dalam kegiatan sosial menjadi faktor utama dalam penyusunan proyeksi tahun ini.
“Seluruh uang yang diedarkan dipastikan dalam kondisi layak edar dan asli, melalui proses sortir dan pengendalian kualitas sebelum didistribusikan,” jelasnya.
Di sisi lain, BI Kalteng juga terus mendorong edukasi masyarakat terkait ciri keaslian uang Rupiah serta imbauan menjaga kebersihan dan kelayakan uang kartal agar dapat beredar optimal.
“Dengan kesiapan ini, kami berharap sistem pembayaran selama Ramadan hingga Idul Fitri di Kalimantan Tengah berjalan lancar dan mendukung stabilitas ekonomi daerah,” pungkas Yuliansah. (MARINI/j)









