BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery, menanggapi keluhan warga Kelurahan Bukit Tunggal terkait layanan air bersih Perumdam Tirta Bahalap yang dinilai tidak optimal dalam beberapa hari terakhir.
Keluhan masyarakat mencakup tekanan air yang lemah hingga terhentinya aliran air ke sejumlah rumah warga. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas harian masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga kebersihan lingkungan.
Menurut Khemal, laporan warga menyebutkan gangguan layanan terjadi secara mendadak dan belum disertai penjelasan yang memadai dari pengelola air bersih.
Menindaklanjuti hal tersebut, Khemal menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak Perumdam Tirta Bahalap untuk meminta klarifikasi serta langkah penanganan yang cepat dan terukur.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, layanan harus dijaga agar tetap berjalan optimal,” ujarnya, Minggu, 22 Februari 2026.
Ia mendorong Perumdam Tirta Bahalap untuk melakukan pengecekan dan pemeliharaan rutin terhadap seluruh sistem pelayanan, baik jaringan pipa, pompa, maupun infrastruktur pendukung lainnya.
“Kami meminta pengecekan dilakukan secara berkala, baik mingguan maupun bulanan, sebagai langkah pencegahan agar gangguan layanan tidak terus berulang,” tegasnya.
Menurut Khemal, perawatan rutin dan pemantauan sistem secara berkelanjutan akan lebih efektif dalam mendeteksi potensi kerusakan sejak dini, sehingga tidak berdampak langsung kepada masyarakat.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada pelanggan, khususnya terkait proses penanganan gangguan serta jadwal pemeliharaan yang akan dilakukan.
“Komunikasi yang jelas akan membantu masyarakat memahami kondisi di lapangan sekaligus menjaga kepercayaan terhadap pelayanan publik,” pungkasnya. (MARINI/j)









