BORNEONEWS, Sampit - Sungguh malang nasib Dodi Selvanus (18). Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Cempaga itu, kritis, setelah menjadi korban tabrak lari, Minggu (18/12/2016). Remaja itu kini dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Murjani Sampit akibat patah kaki dan jari tangan.

Tabrak lari tersebut terjadi Minggu (18/12/2016) sekitar pukul 19.00 WIB, di Jalan Tjilik Riwut Km 34, Desa Cempaga Mulia Barat, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sayangnya, tidak ada saksi mata dalam kejadian tersebut, sehingga tidak ada yang tahu keronologis kecelakaan itu.

“Saat ditemukan warga, korban sudah tergeletak di tepi jalan. Dan si penabraknya juga sudah kabur,” ujar Kapolsek Cempaga, Ipda Harno, Senin (19/12/2016).

Akibat tabrakan tersebut, korban mengalami patah tulang dan luka sobek di bagian paha kanan, luka robek telapang tangan kiri, patah tulang jari manis kanan, luka di bagian punggung, dan luka robek kepala atas. Untuk memulihkan kesehatannya, Dodi, dirawat intensif di RSUD Sampit.

Sementara dari data yang dihimpun Borneonews, saat itu memang korndisi jalan sedang dalam keadaan gelap dan cukup jauh dari pemukiman warga. Sehingga tidak ada satupun orang yang melihat kejadian tersebut.

Beruntung saat itu korban masih sadarkan diri, dan memberhentikan warga yang melintas di jalan itu. Sehingga dirinya langsung dibawa ke puskesmas terdekat. Namun karena luka yang dideritanya sangat parah, sehingga dia langsung di rujuk ker rumah sakit murjani.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dalam kasus tersebut, korban juga tidak mengetaui nomor plat mobil yang menabraknya. Sehingga cukup sulit untuk melakukan pelacakan,” ungkap Harno

Dengana danya hal itu,dirinya meminta kepada para pengendara agar selalu berhati-hati saat melintas di jalan lintas kabupaten tersebut. Kalau sedang mengantuk atau tidak sehat, agar membatalkan saja bepergian. Sehingga kejadian serupa bisa dihindari. (M. HAMIM/N).