BORNEONEWS, Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara mulai melakukan pembongkaran fasilitas milik pemerintah daerah di sepanjang Jalan Yetro Sinseng, sebagai tahap awal proyek pelebaran jalan di dalam Kota Muara Teweh.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Barito Utara, Muhammad Iman Topik, mengatakan pembongkaran difokuskan terlebih dahulu pada aset milik pemda agar proses penataan dan pelebaran jalan dapat berjalan tertib dan terukur.
“Pembongkaran awal kami fokuskan pada fasilitas milik pemerintah daerah. Langkah ini dilakukan agar penataan dan pelebaran jalan berjalan sesuai arahan Bupati Barito Utara,” kata Topik, Minggu, 22 Februari 2026.
Topik bersama Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik, Ardian, turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses pembongkaran berjalan sesuai ketentuan, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan ketertiban.
Ia menegaskan, seluruh tahapan pembongkaran dilaksanakan dengan mengacu pada regulasi pengelolaan barang milik daerah serta didukung pendokumentasian administrasi secara lengkap guna menjamin akuntabilitas.
“Kami pastikan seluruh proses sesuai prosedur dan terdokumentasi dengan baik,” ujarnya.
Kegiatan ini juga didampingi Kepala Bidang Aset BPKA Barito Utara, Pardos Tigor, beserta jajaran, untuk memastikan pembongkaran aset daerah berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Sebelumnya, Bupati Barito Utara Shalahuddin menegaskan bahwa proyek pelebaran jalan merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam mengurai kepadatan lalu lintas yang terus meningkat di pusat Kota Muara Teweh.
“Berdasarkan data lalu lintas harian rata-rata, kapasitas jalan yang ada saat ini sudah tidak mampu menampung volume kendaraan secara optimal,” ujar Shalahuddin.
Tahap awal pelebaran difokuskan di Jalan Yetro Sinseng sebelum dilanjutkan ke sejumlah ruas strategis lainnya, seperti Jalan Tumenggung Surapati, Jalan Pramuka, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Jenderal Sudirman.
Program pelebaran jalan ini menjadi salah satu prioritas dalam 100 hari kerja Pemerintah Kabupaten Barito Utara. Setelah prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Rabu (18/2), pekerjaan fisik kini mulai berjalan di lapangan.
ANTARA









