BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, mengapresiasi konsistensi Muhammadiyah dalam membangun sumber daya manusia (SDM), memperkuat kebhinekaan, serta berperan aktif dalam pembangunan daerah di Kalimantan Tengah.
Menurut Agustiar, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama pemerintah kabupaten dan kota terus menjalin kolaborasi dengan Muhammadiyah di berbagai sektor pembangunan.
“Peran Muhammadiyah di Kalimantan Tengah tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas manusia dan pelayanan sosial kemasyarakatan. Ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang inklusif dan berkeadilan,” ujar Agustiar di Palangka Raya, Sabtu, 21 Februari 2026.
Hal tersebut disampaikannya terkait pelaksanaan Pengajian Ramadan dan Buka Puasa Bersama Keluarga Muhammadiyah Kalimantan Tengah yang digelar di Masjid Darul Arqam, Kompleks Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR).
Agustiar menegaskan, pembangunan daerah harus dilakukan secara merata dan berkelanjutan dengan menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan.
“Saya berharap Muhammadiyah terus berkontribusi membangun SDM Kalimantan Tengah yang unggul, berkarakter, beriman, dan berilmu, agar mampu menghadapi tantangan pembangunan ke depan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah, Prof Dr Ahmad Syar’i, menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk terus memperkuat peran dalam pembangunan daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas SDM dan penguatan nilai-nilai kebhinekaan.
“Atas nama PWM Kalteng dan seluruh organisasi otonom, kami mengapresiasi kehadiran seluruh pihak. Kegiatan ini diharapkan mempererat silaturahmi dan memperkuat komitmen bersama dalam mengamalkan nilai kebhinekaan secara nyata,” ujarnya.
Pengajian Ramadan tersebut menghadirkan Hajriyanto Y Thohari, Duta Besar LBBP RI untuk Lebanon periode 2019–2025, sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, Hajriyanto mengajak umat Islam memanfaatkan Ramadan sebagai momentum memperbanyak ibadah dan amal kebaikan.
“Ramadan tidak hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memperbanyak istigfar, membaca Al-Qur’an, sedekah, zakat, infak, serta bekerja keras dalam kebaikan,” ujarnya.
Hajriyanto juga menyoroti peran UMPR sebagai salah satu amal usaha Muhammadiyah di Kalimantan Tengah dengan jumlah mahasiswa lebih dari 10.000 orang. Menurutnya, UMPR menjadi contoh konkret pengamalan kebhinekaan melalui penerimaan mahasiswa dan dosen lintas latar belakang agama dengan hak yang setara.
“Ini bukti bahwa Muhammadiyah merajut kebhinekaan melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan,” tegasnya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, sangat penting dalam menciptakan SDM unggul, berkarakter, serta beriman.
“Bangsa maju bukan karena kekayaan sumber daya alam, tetapi karena kualitas manusianya. Universitas adalah investasi jangka panjang pembangunan daerah,” pungkasnya.
ANTARA









