JAKARTA –

BORNEONEWS, Gorontalo – Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo, dr Taufik Ramadan, mengimbau masyarakat, khususnya umat Islam, untuk mengatur pola makan, mencukupi kebutuhan cairan, serta menyesuaikan jadwal minum obat selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Menurut Taufik, pengaturan tersebut penting agar puasa tetap dapat dijalankan dengan aman tanpa mengganggu kondisi kesehatan, terutama bagi kelompok dengan penyakit tertentu.

“Selama Ramadhan, masyarakat perlu menjaga pola makan dan minum obat secara teratur agar ibadah puasa tetap sehat dan kondisi tubuh terjaga,” kata Taufik di Gorontalo, Sabtu, 21 Februari 2026.

Ia menganjurkan agar saat berbuka puasa diawali dengan makanan ringan, seperti kurma atau makanan manis secukupnya, guna mengembalikan kadar gula darah secara bertahap.

“Hindari konsumsi makanan manis secara berlebihan saat berbuka,” ujarnya.

Setelah itu, Taufik menyarankan untuk mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Pola makan serupa juga dianjurkan saat sahur, dengan porsi yang terkontrol agar tubuh memiliki cadangan energi selama berpuasa.

Selain asupan makanan, ia menekankan pentingnya kecukupan cairan untuk mencegah dehidrasi, terutama saat cuaca panas. Kebutuhan cairan minimal delapan gelas air per hari dapat dibagi saat berbuka, setelah makan malam, usai salat tarawih, menjelang tidur, dan saat sahur.

“Pola minum yang teratur membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh selama puasa,” katanya.

Taufik juga menyarankan agar masyarakat tetap melakukan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan santai menjelang berbuka atau setelah tarawih, serta menjaga kualitas tidur sekitar enam hingga delapan jam per hari.

Bagi penderita penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes, Taufik mengingatkan pentingnya konsultasi dengan dokter untuk menyesuaikan jadwal dan dosis obat selama Ramadan.

“Penyesuaian jadwal minum obat harus dilakukan dengan pengawasan medis agar penyakit tetap terkontrol selama berpuasa,” katanya.

Imbauan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan selama Ramadhan, sehingga ibadah dapat dijalankan dengan optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kondisi tubuh.

ANTARA