SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Suasana Taman Kota Sampit tampak berbeda pada Minggu pagi, 22 Februari 2026. Tanpa kegiatan Car Free Day (CFD), kawasan yang biasanya ramai oleh pedagang dan pengunjung itu terlihat lengang saat hari Minggu pertama di bulan Ramadan.

Hanya terlihat beberapa sepeda motor terparkir di sekitar taman. Sejumlah warga tetap memanfaatkan area tersebut untuk berolahraga ringan seperti lari dan jalan santai. Namun, tidak tampak deretan pedagang kaki lima yang biasanya membanjiri sisi taman saat CFD berlangsung. Tenda pasar Ramadan yang yang berdiri tampak kosong karena aktivitasnya dimulai sore hari.

Meski begitu, satu mobil pedagang makanan berat masih berjualan secara terbuka di sisi timur taman. Seorang fotografer jalanan pun tampak tetap aktif mengabadikan momen aktivitas olahraga warga.

"Tahun lalu juga seperti ini. Kalau bulan suci Ramadan memang sepi. Mungkin pedagang menghormati bulan puasa. Jalan juga tidak ditutup dan tidak ada penjagaan," ujar Joko, salah satu warga yang rutin berolahraga pagi di taman tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan kegiatan CFD di Taman Kota Sampit ditiadakan sementara selama Ramadan.

"CFD di Taman Kota Sampit kita tiadakan selama Ramadan dan akan aktif kembali setelah Lebaran Idulfitri," ujar Kepala Dishub Kotim Raihansyah.

Ditiadakannya CFD membuat arus lalu lintas di sekitar taman tetap berjalan normal tanpa penutupan jalan seperti biasanya. Meski suasana lebih sepi, sebagian warga tetap memanfaatkan ruang publik tersebut untuk menjaga kebugaran selama Ramadan. (DEWI PATMALASARI/j)