JAKARTA –

BORNEONEWS, Penajam Paser Utara – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyebut Masjid Istiqlal Jakarta dan Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, sebagai masjid kembar yang berperan sebagai pusat kegiatan keagamaan nasional.

“Masjid Istiqlal dan Masjid Negara IKN adalah masjid kembar. Ilmu apa pun yang diterima di Masjid Istiqlal, sama dengan yang diterima di Masjid Negara IKN,” ujar Menag Nasaruddin Umar saat melakukan kunjungan kerja ke IKN, Minggu, 22 Februari 2026.

Menag menjelaskan, kehadirannya di IKN menjadi langkah awal sinergi pengelolaan antara Masjid Istiqlal dan Masjid Negara IKN, sehingga keduanya dapat berjalan seiring sebagai pusat pembinaan dan pengembangan kehidupan keagamaan nasional.

Dalam rangka mendukung sinergi tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) akan menghadirkan berbagai program strategis, di antaranya beasiswa pendidikan kader ulama bagi masyarakat Kalimantan Timur serta program kajian keagamaan yang disiarkan secara langsung dan saling terhubung antara Masjid Istiqlal dan Masjid Negara IKN.

Menurut Menag, pendidikan kader ulama akan difokuskan untuk Indonesia bagian timur di Masjid Negara IKN, sementara Indonesia bagian barat akan dipusatkan di Masjid Istiqlal Jakarta. Selain itu, kajian keagamaan akan ditayangkan secara bergantian dan disiarkan langsung dari Jakarta maupun IKN.

Selama kunjungan tersebut, Menag juga melaksanakan rangkaian ibadah bersama masyarakat, mulai dari shalat fardhu lima waktu, Shalat Jumat, hingga Shalat Tarawih di Masjid Negara IKN.

“Masjid memiliki peran strategis, bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan dan pembinaan umat, simbol pemersatu, serta rumah besar bagi kemanusiaan,” tegas Nasaruddin Umar.

Ia menambahkan, program pendidikan dan keagamaan di IKN akan berkembang sebagai bagian dari pusat peradaban baru, termasuk dalam memperkuat nilai toleransi antarumat beragama di kawasan IKN.

Selain kegiatan keagamaan, Menag juga melakukan penanaman pohon, buka puasa bersama, penyerahan bantuan mushaf Al-Qur’an, serta pemberian dua ton kurma kepada sejumlah pemangku kepentingan di IKN. Kunjungan tersebut diakhiri dengan peninjauan Istana Negara dan sejumlah lokasi strategis lainnya di kawasan IKN.

“Masjid Negara IKN diharapkan menjadi ruang pembelajaran spiritual yang terbuka bagi masyarakat, sekaligus menguatkan IKN sebagai kota yang maju secara fisik, dicintai, dan dirindukan oleh warganya,” pungkas Menag.

ANTARA