BORNEONEWS, Jakarta – Akademisi menilai kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) menjadi bukti kuat komitmen Indonesia untuk ikut memengaruhi pembentukan dan struktur dewan tersebut sejak tahap awal.
Penilaian itu disampaikan Profesor Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad) Teuku Rezasyah saat dihubungi di Jakarta, Minggu, 22 Februari 2026, menanggapi partisipasi Presiden Prabowo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BoP yang digelar di Washington DC, Amerika Serikat, pada 19 Februari 2026.
“Dengan hadir sejak awal, Presiden Republik Indonesia menunjukkan komitmen yang sangat tinggi untuk memengaruhi struktur Board of Peace yang hingga kini masih dalam tahap pembentukan,” ujar Rezasyah.
Menurutnya, kehadiran Indonesia pada fase awal pembentukan BoP—yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump—memberikan posisi strategis dan bobot psikologis yang lebih kuat dibandingkan negara-negara yang menyatakan keanggotaan menjelang pelaksanaan KTT, termasuk Israel.
“Kehadiran Indonesia sejak dini jauh lebih kuat secara psikologis dibandingkan negara yang baru menyatakan bergabung menjelang KTT,” katanya.
Rezasyah juga menyoroti penunjukan perwira Indonesia sebagai Wakil Panglima International Stabilization Force (ISF) dalam struktur BoP. Menurut dia, penunjukan tersebut mencerminkan meningkatnya kredibilitas Indonesia dalam arsitektur perdamaian global.
“Setelah penunjukan perwira RI sebagai Wakil Komandan ISF, kredibilitas Indonesia dalam struktur BoP semakin meningkat,” ucapnya.
Lebih lanjut, Rezasyah menilai kiprah aktif Indonesia di berbagai forum internasional turut memperkuat posisi Presiden Prabowo sebagai figur yang mampu menjembatani kepentingan nasional lintas kawasan dan lintas benua.
“Kredibilitas global Indonesia terus meningkat di berbagai forum internasional. Hal ini menempatkan Presiden RI sebagai tokoh yang mampu mempertautkan berbagai kepentingan lintas benua untuk membangun konsensus yang memperkuat perdamaian dunia,” tambahnya.
Presiden Prabowo, bersama sejumlah pemimpin negara Muslim, menghadiri KTT Board of Peace perdana yang digelar di Donald J. Trump Institute of Peace, Washington DC, Kamis (19/2) pagi waktu setempat. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump selaku tuan rumah dan penggagas BoP.
KTT BoP berlangsung selama sekitar tiga jam, dengan agenda utama berupa penyampaian pandangan dan pernyataan sikap dari seluruh pemimpin dan perwakilan negara anggota, termasuk Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pertemuan puncak perdana Dewan Perdamaian berjalan lancar, seiring adanya laporan kemajuan pemulihan kehidupan di Gaza pascagencatan senjata, serta pembahasan rencana lanjutan pemulihan wilayah tersebut yang akan menjadi fokus Dewan Perdamaian ke depan.
ANTARA









