BORNEONEWS, Gunung Mas - Komisi Penanggulangan AIDS  Kalimantan Tengah (KPA Kalteng) mencatat ada 11 kasus HIV/AIDS (empat HIV dan tujuh AIDS) di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Data itu diperoleh dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doris Sylvanus Palangka Raya, semester I tahun 2016. 

"Ini harus menjadi perhatian kita semua, khususnya program pencegahan baik di tingkat Sekretariat KPA Gunung Mas maupun masing-masing SKPD (satuan kerja perangkat daerah),” kata Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Gumas, Suprapto Sungan membacakan sambutan tertulis Bupati Gumas, Arton S Dohong saat membuka Rapat Koordinasi KPA Gumas, di ruang rapat lantai I kantor Bupati Gumas, Senin (19/12/2016). 

Suprapto berharap seluruh pihak dapat turut menyampaikan informasi tentang bahaya HIV/AIDS kepada masyarakat luas. Selain itu, kepada orang tua, guru, komite sekolah hendaknya lebih peka dan gencar dalam memberikan pengertian/pemahaman akan bahaya HIV-AIDS pada generasi muda dan pelajar. "HIV dan AIDS sangat berbahaya, untuk itu harus dulakukan pencegahan agar jangan sampai tertular."

Upaya yang dilakukan supaya tidak tertular HIV/AIDS yakni menjauhi perilaku negatif. Seperti sering berganti pasangan, mengkonsumsi narkoba dengan jarum suntik dan lain-lain. Bila masyarakat sadar untuk bersama-sama melakukan penaggulangan HIV/AIDS, maka akan mempersempit penyebaran penyakit berbahaya tersebut.

Sekretaris KPA Gumas Anthony L Djaga mengatakan, pada 2017 mendatang, KPA Gumas akan melakukan beberapa program. Diantaranya adalah mengangkat dua orang tenaga penjangkau/pendamping ODHA baik yang sudah terungkap maupun belum terungkap. Selanjutnya mendorong Pelaksanaan pelayanan pada klinik (voluntary, conseling dan testing/VCT) dan Puskesmas untuk layanan  inveksi menular seksual (IMS).

"Serta memprogramkan training of trainers (TOT) bagi tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh wanita, TP-PKK, GOW, dharma Wanita mau pun masyarakat, sesuai kemampuan dana yang tersedia," pungkasnya. (EPRA SENTOSA/N).