PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Keberadaan Huma Hai di Desa Wisata Sei Gohong semakin mempertegas identitas Kota Palangka Raya sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan alam.

Bangunan bersejarah berbentuk rumah adat betang ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya yang menyimpan nilai tradisi serta menjadi pusat informasi aktivitas kebudayaan masyarakat Dayak.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Olahraga (Disparbudpora) Palangka Raya Iin Hendrayati Idris mengatakan, Huma Hai tidak sekadar simbol warisan leluhur, tetapi juga berfungsi sebagai ruang edukasi dan pengenalan kearifan lokal bagi wisatawan.

"Dari lokasi ini, pengunjung dapat menelusuri beragam pengalaman wisata, mulai dari susur Sungai Rungan, kunjungan ke kawasan konservasi orangutan di Pulau Kaja, hingga menikmati kuliner tradisional khas setempat," katanya, Minggu, 22 Februari 2026.

Sebagai bagian dari pengembangan Desa Wisata Sei Gohong, Huma Hai menjadi titik awal yang mengintegrasikan potensi budaya dengan pesona alam.

Berbagai kegiatan adat dan pertunjukan tradisi kerap digelar di sini untuk memberikan pengalaman autentik kepada wisatawan sekaligus menjaga kelestarian nilai-nilai budaya Dayak.

Pemerintah Kota Palangka Raya terus mendorong optimalisasi kawasan ini sebagai destinasi unggulan yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan promosi dan pengelolaan terpadu agar kawasan wisata dapat berkembang dengan baik.

"Huma Hai diharapkan mampu menjadi magnet wisata budaya yang tidak hanya menarik kunjungan dari dalam dan luar daerah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar melalui berbagai peluang usaha yang muncul seiring dengan bertambahnya jumlah wisatawan," pungkasnya. (PATHUR/j)