JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kebudayaan dunia dan kekuatan signifikan di bidang kebudayaan. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Studium Generale di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Jawa Timur, dalam rangkaian Baitul Arqam Mahasiswa 2026, Minggu, 22 Februari 2026.

“Dengan lebih dari 17.000 pulau, sekitar 1.340 suku bangsa, dan ratusan bahasa daerah, Indonesia memiliki megadiversity budaya yang menjadikannya berpotensi menjadi pusat kebudayaan dunia sekaligus kekuatan besar di bidang kebudayaan,” ujar Menbud.

Dalam forum bertema “Visi dan Strategi Kemajuan Kebudayaan Islam di Indonesia”, Fadli Zon menekankan bahwa kekayaan kultural Indonesia mencakup bahasa, tradisi lisan, manuskrip, adat-istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, pangan lokal, permainan tradisional, hingga seni. Potensi ini, menurutnya, harus dioptimalkan melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, mahasiswa, sektor swasta, dan masyarakat.

Menbud juga menyoroti karakter historis Indonesia sebagai ruang perjumpaan berbagai peradaban dengan toleransi tinggi antaragama. Ia mencontohkan warisan Hindu-Buddha seperti Candi Borobudur, Prambanan, Mendut, dan Plaosan tetap dirawat dan dilestarikan meski umat Islam hadir kemudian, menunjukkan tradisi toleransi yang memperkuat integrasi budaya.

Fadli Zon menegaskan, pengembangan kebudayaan bukan sekadar pelestarian, tetapi juga harus menjadi kekuatan ekonomi dan diplomasi. “Kebudayaan harus dikembangkan melalui ekonomi budaya dan industri kreatif, sekaligus menjadi instrumen diplomasi yang membentuk jati diri bangsa,” ujarnya.

ANTARA