BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kelurahan Raja Seberang berkolaborasi dengan Jala Project dan Pangkalan Bun Bookparty menggelar kegiatan bertajuk "Naskah Masa Depan" di Balai Kelurahan Raja Seberang, Minggu, 22 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang kreatif bagi anak-anak untuk menumbuhkan semangat literasi sekaligus merawat cita-cita mereka sejak dini. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Lurah Raja Seberang, Yaumil, Ketua Jala Project Wawan Rijalun Hakim, Ketua Pangkalan Bun Bookparty Alvi Eka Mentari, serta Penggiat Literasi Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Mia Cisadani.
Sebanyak 89 peserta dari tingkat SD hingga SMP yang berasal dari sekolah-sekolah di wilayah Kelurahan Raja Seberang turut ambil bagian dengan penuh antusias.
Lurah Raja Seberang, Yaumil, menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai "Naskah Masa Depan" sebagai program yang sangat positif dan layak untuk terus dilanjutkan secara berkelanjutan.
"Kegiatan seperti ini sangat positif dan kami mendukung penuh. Literasi itu bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi bagaimana anak-anak mampu memahami, berpikir kritis, dan berani bermimpi," tuturnya.
Menurut Yaumil, literasi merupakan fondasi penting dalam membentuk pola pikir dan karakter generasi muda. Ia berharap kegiatan semacam ini mampu menjadi wadah pembinaan yang konsisten bagi anak-anak di wilayahnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan "Naskah Masa Depan" dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Anak-anak diajak menonton film bersama, kemudian mereview dan mendiskusikan isi film tersebut sebagai bagian dari penguatan literasi visual dan pemahaman makna cerita.
Selain itu, peserta juga mengikuti sesi membaca dongeng yang bertema "Cita-Cita." Dimana mengajak mereka memahami pentingnya memiliki impian dan keberanian untuk meraihnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan membuat vision board, dimana anak-anak menuangkan harapan serta gambaran masa depan mereka secara kreatif melalui visual dan tulisan.
Di tempat yang sama, Ketua Jala Project, Wawan Rijalun Hakim menjelaskan, bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membangun budaya literasi anak-anak dengan pendekatan yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.
Ia menekankan, literasi tidak hanya sebatas membaca dan menulis, tetapi juga menyentuh aspek visual yang sarat makna.
“Kita ingin membangun budaya literasi tidak hanya fokus pada tulisan, tetapi juga visual. Anak-anak sekarang lebih menyukai visual, namun bukan visual yang kosong, melainkan visual yang memiliki substansi dan membangun,” ujarnya.
Wawan juga menegaskan, pentingnya menjaga mimpi anak-anak agar tidak pudar seiring bertambahnya usia. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menjaga agar cita-cita itu terus tumbuh dan hidup. Anak-anak harus tahu arah dan langkah apa yang perlu ditempuh untuk mencapai impian mereka,” tambahnya.
Ia pun berharap, kolaborasi serupa terus diperluas agar ekosistem literasi dan ruang kreatif anak-anak di Pangkalan Bun semakin hidup dan berdampak positif bagi generasi mendatang. (NURITA/j)









