BORNEONEWS, Palangka Raya – Ramainya pasar Ramadan dan pusat kuliner selama bulan puasa dinilai menimbulkan efek berganda terhadap berbagai sektor ekonomi.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya sekaligus peneliti Institute for Economic Research and Training (INTEREST), Suherman, menyebut peningkatan aktivitas ekonomi tidak hanya dirasakan pedagang makanan.
Sektor transportasi online, jasa parkir, kebersihan, hingga pemasok bahan baku makanan turut merasakan dampak dari meningkatnya konsumsi masyarakat.
“Satu aktivitas konsumsi bisa memicu pendapatan bagi banyak sektor sekaligus,” ujarnya, seperti dikutip Borneonews pada Minggu, 22 Februari 2026.
Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah daerah perlu melakukan penataan pasar Ramadan secara tertib dan higienis agar tidak menimbulkan kemacetan maupun persoalan kesehatan.
Menurutnya pemerintah juga didorong memberikan akses permodalan ringan bagi pedagang musiman agar dapat berkembang menjadi usaha permanen.
Ditambah dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas produk lokal sehingga belanja masyarakat benar-benar memperkuat ekonomi daerah, bukan sekadar konsumsi sesaat. (HERMAWAN DP/j)









