SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Keluarga Owner Citra Borneo Indah Group (CBI Group), H Abdul Rasyid AS-Hj Nuriyah, kembali menyalurkan zakat mal kepada masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Ramadan 2026.

Tahun ini, total 2.400 sak beras ukuran 10 kilogram/sak dan 4.800 liter minyak goreng disalurkan kepada warga kurang mampu. Setiap paket zakat berisi 1 sak beras dan 2 liter minyak goreng.

Ketua Panitia Pembagian Zakat Mal CBI Group di Kotim Siti Khairiah mengatakan, pihaknya kembali dipercaya menyalurkan zakat mal dari H Abdul Rasyid dari Pangkalan Bun untuk wilayah Sampit dan sekitarnya.

"Ramadan 2026 ini kami kembali dipercaya membagikan zakat mal Bapak Abdul Rasyid dari Pangkalan Bun. Untuk Sampit ada 2.400 sak beras dan 4.800 liter minyak goreng. Setiap penerima mendapatkan satu sak beras 10 kilogram dan dua liter minyak goreng," ujarnya, Minggu, 22 Februari 2026.

Secara rinci dari total 2.400 paket, sebanyak 400 paket diserahterimakan ke Korem 102/Panju Panjung, sedangkan 2.000 paket lainnya dipercayakan kepada panitia untuk didistribusikan langsung kepada masyarakat.

Khairiah menjelaskan, panitia yang terlibat pembagian zakat mal tersebut merupakan sukarelawan. Selain itu juga dibantu oleh komunitas Seminggu 1000 Berkah untuk menyalurkan ke sejumlah wilayah di luar Kota Sampit.

Zakat tersebut disalurkan kepada warga kurang mampu, janda, lansia, penyandang disabilitas, pondok pesantren, panti asuhan hingga tahfiz Al-Qur’an. Pembagian zakat dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah oleh para relawan.

Sejauh ini, penyaluran telah menjangkau sejumlah wilayah, di antaranya Kota Besi, Samuda, Lubuk Bunter, Parenggean, Mentaya Seberang, Baamang, serta Mentawa Baru Ketapang.

"Pembagian sudah dimulai sejak Sabtu kemarin. Hari ini belum selesai, baru sekitar 500 sak beras dan 1.000 liter minyak yang dibagikan. Besok akan kami lanjutkan sampai beberapa hari ke depan hingga tuntas," kata Khairiah.

Ia menambahkan, pembagian zakat mal dari Abdul Rasyid telah rutin dilaksanakan setiap tahun dan sudah berjalan sekitar 10 tahun terakhir di Kotim.

"Memang ini sudah rutin dari tahun ke tahun. Dan ini ketika kami menemui rumah penyandang disabilitas, lansia, janda, atau yatim piatu yang belum masuk data kami akan langsung kami salurkan. Tidak hanya terpaku pada data yang sudah ada," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)