PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat total produksi padi sepanjang 2025 diperkirakan mencapai 333,43 ribu ton gabah kering giling atau GKG. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan produksi tahun 2024 yang mencapai 366,15 ribu ton GKG.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan, secara keseluruhan terjadi penurunan produksi sekitar 32,72 ribu ton GKG atau 8,94 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut terlihat di sejumlah wilayah sentra produksi padi di provinsi ini.

"Tiga daerah dengan total produksi padi tertinggi pada 2025 masih berasal dari wilayah lumbung pangan yakni Kabupaten Kapuas, Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Katingan," kata Agnes pada Senin, 23 Februari 2026.

Sementara itu, daerah dengan produksi padi paling rendah tercatat di Kota Palangka Raya, Kabupaten Gunung Mas dan Kabupaten Murung Raya. Perbedaan produksi ini dipengaruhi berbagai faktor, termasuk luas panen dan kondisi pertanian di masing-masing daerah.

"Penurunan produksi pada 2025 terjadi di beberapa wilayah, di antaranya Kabupaten Kapuas, Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Barito Selatan," kata Agnes lagi.

Meski demikian, tidak semua daerah mengalami kondisi serupa.

Di sisi lain, beberapa wilayah justru mencatat peningkatan produksi padi pada tahun yang sama, yakni Kabupaten Seruyan, Kabupaten Barito Timur dan Kabupaten Barito Utara. BPS berharap data ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam meningkatkan produksi padi di Kalimantan Tengah ke depan. (TESTI PRISCILLA/H)