PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Zakat keluarga H Abdul Rasyid AS – Hj Nuriyah pada Ramadan 1447 Hijriah kembali disalurkan. Secara keseluruhan, bantuan yang disalurkan mencapai 625 ton beras dan 125.000 liter minyak goreng untuk warga Kalimantan Tengah, dengan nilai bantuan sekitar Rp12 miliar dan menyasar 62.500 keluarga penerima.

Pelepasan distribusi dilakukan di Gudang Central CBI Natai Baru Estate, Kotawaringin Barat (Kobar) pada 18 Februari 2026 lalu. Bantuan tersebut didistribusikan secara bertahap ke 14 daerah di Kalimantan Tengah (Kalteng), meliputi 13 kabupaten dan 1 kota.

Sejumlah daerah tercatat sebagai penerima dengan alokasi berbeda. Kabupaten Kobar memperoleh 243 ton beras dan 48.636 liter minyak goreng atau sekitar 38,9 persen dari total distribusi. Lamandau menerima 112 ton beras dan 22.516 liter minyak (18 persen), disusul Pulang Pisau 74 ton beras dan 14.948 liter minyak (12 persen).

Sukamara mendapatkan 50 ton beras dan 10.000 liter minyak (8 persen), Barito Utara 17 ton beras dan 3.400 liter minyak (2,7 persen), Palangka Raya 12 ton beras dan 2.400 liter minyak, serta Kapuas 31 ton beras dan 6.200 liter minyak goreng. Penyaluran dilakukan bertahap hingga menjangkau seluruh wilayah Kalteng.

Di tingkat kelurahan, bantuan tersebut juga dirasakan masyarakat Kelurahan Sidorejo. Lurah Sidorejo, Sahida Ramadana, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada warganya.

“Tentunya kelurahan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan zakat tersebut untuk warga kelurahan,” ujarnya, Senin, 23 Februari 2026.

Sahida menjelaskan, data penerima tahun ini bersumber dari data desil DTSN serta usulan warga rentan yang diajukan oleh masing-masing Ketua RT. Pendataan dilakukan dengan memperhatikan kondisi sosial ekonomi terbaru masyarakat.

Ia menegaskan, bahwa data penerima bersifat dinamis. Dengan demikian, terdapat kemungkinan perubahan dibandingkan tahun sebelumnya, baik warga yang sebelumnya menerima namun tahun ini tidak terdaftar, maupun sebaliknya.

“Karena data dinamis, bisa jadi ada yang tahun lalu tidak dapat, saat ini dapat, atau sebaliknya,” jelasnya.

Untuk Kelurahan Sidorejo sendiri, total penerima bantuan dari CBI Group tahun ini mencapai 1.500 orang yang tersebar di 29 RT. Kuota penerima di setiap RT tidak sama karena disesuaikan dengan data kemiskinan dan tingkat kerentanan warga di masing-masing wilayah.

Pemerintah Kelurahan Sidorejo juga menilai bantuan tersebut memiliki arti penting, khususnya menjelang Ramadan. Selain membantu memenuhi kebutuhan pokok, bantuan diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat serta menumbuhkan semangat kebersamaan di lingkungan warga. (NURITA/H)