PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Aksi balap liar yang marak terjadi selama bulan Ramadan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) seakan tidak kunjung usai, meski berulang kali pelakunya diamankan oleh personel Polres Kobar.

Para pembalap liar tersebut kerap beraksi secara kucing-kucingan dengan aparat kepolisian. Saat petugas datang melakukan penertiban, mereka membubarkan diri. Namun setelah situasi dirasa aman, aksi berbahaya itu kembali terulang.

Ahmad, warga Pangkalan Bun, mengaku sangat kesal dengan ulah para pembalap liar yang dinilai meresahkan masyarakat.

“Saya sangat kesal. Hampir setiap Ramadan selalu saja ada balap liar. Mereka ini seperti tidak kapok walaupun sudah sering diamankan polisi,” ujar Ahmad, Senin, 23 Februari 2026.

Menurut Ahmad, lokasi yang kerap dijadikan arena balap liar di antaranya di sekitar Jalan Ahmad Yani, tepatnya di perempatan Hastarini, serta di Jalan Sutan Syahrir sekitar Masjid Agung Pangkalan Bun dan beberapa ruas jalan lainnya.

“Biasanya mereka mulai setelah sahur. Kadang sampai matahari mulai muncul sekitar pukul 05.00 WIB keatas baru bubar,” ujarnya.

Ahmad mengatakan, aksi balap liar tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan warga yang ingin beraktivitas pagi hari, tetapi juga membahayakan pengguna jalan lain.

“Parahnya lagi, kalau ada pengendara lain yang menegur karena merasa terganggu, mereka seperti menantang. Ini kan sangat berbahaya, bisa mencelakai orang lain,” ujarnya kesal.

Ahmad mengaku mengapresiasi langkah tegas anggota Polres Kobar yang sebelumnya telah mengamankan sejumlah pelaku balap liar.

“Saya sangat mengapresiasi tindakan anggota Polres Kobar yang kemarin mengamankan para pembalap liar tersebut. Itu sudah langkah yang tepat,” ujar Ahmad.

Namun ia mengingatkan, tanpa pengawasan dan patroli yang konsisten, para pelaku kemungkinan besar akan kembali mengulangi aksinya.

“Perlu diingat, mereka ini kemungkinan besar akan terus kembali. Jadi harapan kami, pengawasan dan patroli kepolisian jangan sampai kendor, apalagi selama Ramadan,” pungkasnya. (WAHYU KRIDA/H)