PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengunjungi pasar ramadan yang tersebar di berbagai lokasi di kota ini, khususnya pasar ramadan yang berada di kawasan Pasar Datah Manuah.

Antusias yang tinggi tersebut dinilai sebagai bukti dukungan masyarakat terhadap upaya menggairahkan perekonomian selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Pasar Ramadan di Pasar Datah Manuah merupakan salah satu lokasi baru yang ditambahkan pada tahun ini, selain halaman Gedung Juang.

Seperti yang disampaikan Plt Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya Samsul Rizal mengatakan total terdapat tujuh lokasi pasar ramadan di kota ini dengan sekitar 488 lapak pedagang yang tersebar, di mana Pasar Datah Manuah sendiri menampung 70 lapak.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyampaikan bahwa lokasi ini dikelola dengan konsep yang lebih modern, tidak hanya menampung pelaku UMKM kreatif namun juga beberapa tenant populer di kota.

"Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan variasi kuliner berbuka puasa serta meningkatkan daya saing produk lokal," katanya, Senin, 23 Februari 2026.

Berdasarkan data yang tercatat hingga Sabtu 21 Februari 2026, jumlah pengunjung yang telah berkunjung ke pasar ramadan Datah Manuah mencapai sekitar 4.125 orang.

Angka tersebut menunjukkan minat yang tinggi dari masyarakat terhadap pasar ramadan yang menyediakan aneka ragam takjil dan kuliner berbuka puasa, serta dilengkapi dengan fasilitas area duduk luas dan pertunjukan menarik setiap hari.

Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan berbuka puasa, Wali Kota berharap antusiasme ini dapat menjaga pertumbuhan ekonomi selama bulan Ramadan.

Keberadaan pasar ramadan juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan para pedagang, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah, sekaligus menjadi pusat perputaran ekonomi yang tertib.

Fairid juga menginstruksikan agar seluruh pihak terkait, baik pedagang maupun pengunjung, menjaga kebersihan dan estetika stan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan kualitas pengalaman berbelanja serta menikmati suasana ngabuburit di pasar ramadan tersebut.

"Selain itu, pemerintah kota juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan komoditas yang dibutuhkan masyarakat selama bulan Ramadan," pungkasnya. (PATHUR/H)