SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memperkuat pengawasan arus mudik Lebaran 2026 dengan menyiapkan posko terpadu di sejumlah titik strategis guna meningkatkan pelayanan transportasi sekaligus mencegah pelanggaran dan gangguan keamanan.

Kepala Dishub Kotim Raihansyah mengatakan, pembentukan posko terpadu merupakan agenda rutin yang dilaksanakan bersama instansi terkait, sebagaimana dilakukan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Arus mudik Lebaran sudah terprogram secara lintas sektor. Kami menyiapkan posko terpadu di terminal, pelabuhan, dan pusat keramaian untuk pengawasan dan pelayanan masyarakat,” ujarnya di Sampit, Senin, 23 Februari 2026.

Ia menjelaskan, pengamanan dan pengawasan dilakukan secara menyeluruh pada moda transportasi darat, laut, dan udara, melalui koordinasi dengan kepolisian, KSOP, Pelindo, serta otoritas bandara.

Rencananya, posko terpadu akan ditempatkan di Terminal Patih Rumbih, Pelabuhan Sampit, Bandara Haji Asan Sampit, serta kawasan Islamic Center yang menjadi pusat aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Lebaran.

“Pusat-pusat keramaian menjadi prioritas penjagaan. Posko biasanya mulai beroperasi H-10 atau H-7 menjelang Lebaran, dan saat ini masih kami matangkan bersama instansi terkait,” jelas Raihansyah.

Dishub Kotim juga memproyeksikan lonjakan signifikan jumlah penumpang pada periode Lebaran berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi sekitar satu pekan sebelum Idul Fitri.

“Tren Lebaran selalu lebih tinggi dibandingkan Nataru. Jika Nataru hanya sekitar 10 persen, saat Lebaran peningkatan penumpang bisa mencapai 30 hingga 60 persen, baik di terminal maupun pelabuhan,” katanya.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Kotim optimistis arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat terkendali. Sinergi antarinstansi dinilai menjadi kunci utama dalam mengantisipasi kepadatan, menjaga keselamatan penumpang, serta memastikan kelancaran transportasi.

“Dengan koordinasi dan kesiapan yang ada, kami optimistis pengelolaan arus mudik dan balik tahun ini dapat berjalan aman dan tertib,” pungkas Raihansyah.