BORNEONEWS, Nanga Bulik – Di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Lamandau menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas pelayanan publik dan produktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN) serta tenaga kontrak.
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, memberikan arahan khusus agar bulan puasa tidak menjadi alasan untuk mengendurkan kinerja, melainkan sebagai momentum untuk meningkatkan ibadah sekaligus pengabdian.
Dalam arahannya, Bupati Rizky menekankan pentingnya penyesuaian ritme kerja yang tidak mengorbankan pelayanan kepada masyarakat. Ia secara tegas mengingatkan bahwa perubahan jam kerja yang umumnya berlaku selama Ramadan, bukan alasan untuk menurunkan produktivitas.
"Puasa bukan alasan untuk lemas atau memperlambat urusan administrasi warga," tegas Rizky, menyoroti pentingnya menjaga efisiensi dan responsivitas pemerintah daerah, Senin, 23 Februari 2026.
Penyesuaian jam kerja ASN di lingkungan Pemkab Lamandau akan diatur lebih lanjut melalui Surat Edaran (SE) Bupati. Peraturan ini biasanya mencakup pergeseran waktu masuk dan pulang kerja yang lebih awal, dirancang khusus untuk memberi ruang bagi pegawai mempersiapkan waktu berbuka puasa, tanpa mengurangi jam kerja efektif.
Lebih lanjut, Rizky Aditya Putra turut mengimbau seluruh pegawai untuk senantiasa menjaga kerukunan serta saling menghormati, khususnya selama bulan Ramadan. Ia juga menyarankan agar kegiatan seremonial dapat disesuaikan agar tidak menguras energi berlebihan, sehingga fokus utama tetap pada pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing pegawai.
"Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah. Jadikan kerja sebagai bagian dari ibadah," tambah Bupati, memotivasi jajarannya untuk melihat pekerjaan sebagai bagian dari ketaatan.
Selain arahan internal bagi jajaran pemerintah, Bupati Lamandau juga mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut bulan Ramadan dengan penuh sukacita. Ia berpesan agar warga bersama-sama menjaga ketertiban umum di lingkungan masing-masing, guna menciptakan suasana Ramadan yang kondusif dan harmonis bagi seluruh elemen masyarakat. (NATALIA KRISTIN/j)









