BORNEONEWS, Palangka Raya– Dewan Adat dayak (DAD) Kalteng telah mempersiapkan gelar kepada Presiden RI Joko Widodo yang datang ke Palangka Raya pada puncak peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2016. Gelar kehormatan adat Dayak tersebut akan disematkan langsung oleh Ketua DAD Kalteng Agustiar Sabran.
Penganugerahan gelar adat itu akan diberikan saat Jokowi hadir di puncak acara peringatan HKSN di Lapangan Sanaman Mantikei Palangka Raya, Selasa (20/12/2016). Kata Agustiar, gelar adat Dayak yang akan diberikan kepada Presiden adalah Raja Haring Hatungku Tungket Langit.
”Gelar Raja Haring Hatungku Tungket Langit yang akan diberikan kepada Presiden Jokowi tersebut bermakna Raja yang Bijaksana dan Berkepribadian Luhur Sebagai Penopang Keutuhan Bangsa." terang Agustiar Sabran, Senin (19/12/2016).
Menurut dia, penganugerahan gelar adat Dayak ini selain merupakan salah satu bentuk penghargaan karena dinilai selama ini telah mampu menjadi pemimpin bangsa Indonesia yang mengayomi warga yang beraneka ragam suku bangsa, juga diharapkan mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan dalam bingkai Indonesia yang berbhineka tunggal ika.
“Penganugerahan ini merupakan upaya DAD untuk menjaha terpeliharanya adat daerah, sebagai bagian dari meningkatkan ketahanan bangsa di bidang kebudayaan,” tandasnya.
Suku Dayak, kata Agustiar, kaya dengan tradisi dan nilai luhur yang bisa menjadi insipirasi bagi Indonesia. Karena itu, masyarakat Dayak dikenal memiliki jiwa toleransi yang tinggi dan cinta keberagaman.
Lebih lanjut, suku Dayak memiliki filosofi Huma Betang, yaitu semangat kebersamaan, persatuan dan etos kerja tinggi untuk bersama-sama membangun. Dengan filosofi itu, diharapkan sesama warhga dayak saling membangun sinergitas dalam perjuangan membangun daerah dalam konteks peningkatan kesejahteraan yabg berkebudayaan.
“Kami diajarkan untuk selalu bersikap adil, jujur, tidak membeda-bedakan sesama manusia. Kami sudah terbiasa hidup rukun dan damai dalam sebuah rumah besar, walaupun beda keyakinan. Suasana seperti itu sudah terlihat sejak lama. Ini harus kita jaga bersama dan kita wariskan,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Panitia daerah HKSN Guntur Talajan memastikan adanya penganugerahan gelar adat kepada presiden saat puncak acara HKSN. Selasa (20/12/2016) Presiden Jokowi kembali akan mengunjungi Kalteng, selain menghadiri puncak peringatan HKSN yang dipusatkan di Lapangan Sanaman Mantikei Palangka Raya, juga akan melakukan peletakan batu pertama industri hilir program hutan tanaman rakyat (HTR) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Buntoi, Kabupaten Pulang Pisau. (ROZIKIN/m)








