BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Sudarto, menilai pesatnya perkembangan teknologi digital berdampak pada menurunnya minat kunjungan masyarakat ke perpustakaan fisik.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan tersendiri yang harus dijawab dengan inovasi layanan agar perpustakaan tetap relevan di era modern.
Sudarto mengatakan, kemudahan akses informasi melalui internet dan perangkat gawai membuat masyarakat cenderung beralih ke sumber digital.
Namun demikian, keberadaan perpustakaan tetap memiliki peran penting sebagai pusat literasi, edukasi, dan ruang interaksi sosial.
“Pesatnya teknologi membuat perpustakaan fisik jarang dikunjungi. Ini menuntut adanya inovasi layanan agar tetap relevan dan mampu menarik minat masyarakat,” ujarnya, Selasa, 24 Februari 2026.
Ia mendorong agar pengelola perpustakaan di Palangka Raya menghadirkan program-program kreatif, seperti kegiatan literasi digital, diskusi buku, pelatihan keterampilan, hingga penyediaan ruang baca yang nyaman dan ramah generasi muda.
Dengan pendekatan yang lebih interaktif, perpustakaan diharapkan kembali menjadi destinasi edukatif yang diminati.
Selain itu, Sudarto juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam meningkatkan fasilitas, koleksi buku, serta integrasi layanan digital tanpa menghilangkan fungsi utama perpustakaan sebagai pusat pembelajaran.
“Kunjungan fisik ke perpustakaan harus kita tingkatkan, karena di sana bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga membangun budaya literasi dan ruang tumbuh generasi muda,” terangnya. (MARINI/H)









