PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan komitmen penuh pemerintah kota dalam mengawal perjalanan spiritual warganya menuju Tanah Suci.

Sebanyak 296 Calon Jemaah Haji (CJH) tahun ini dipastikan mendapatkan pendampingan dan fasilitas terbaik.

Langkah ini diambil guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan khidmat tanpa kendala teknis yang berarti bagi para tamu Allah tersebut.

Keamanan dan kenyamanan menjadi prioritas utama dalam skema pemberangkatan tahun ini.

Fairid menyatakan bahwa koordinasi lintas sektor telah diperketat, mulai dari kesiapan transportasi, pemeriksaan kesehatan yang intensif, hingga akomodasi selama masa persiapan.

Fasilitas yang diberikan bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghormatan pemerintah terhadap perjuangan spiritual warganya yang telah menanti bertahun-tahun.

"Kami ingin para jemaah fokus sepenuhnya pada ibadah. Segala urusan logistik dan fasilitas penunjang sudah kami siapkan dengan standar terbaik," katanya, Selasa, 24 Februari 2026.

Dia menekankan bahwa kehadiran pemerintah di tengah jemaah bertujuan untuk memberikan rasa tenang, terutama bagi jemaah lansia yang memerlukan perhatian ekstra selama perjalanan panjang menuju Mekkah.

Secara teknis, 296 jemaah tersebut akan diberangkatkan melalui embarkasi yang telah ditunjuk dengan pengawasan ketat dari tim medis dan pendamping haji daerah.

Pemerintah Kota Palangka Raya juga memastikan bahwa komunikasi dengan keluarga yang ditinggalkan akan tetap terjaga melalui sistem informasi yang telah disediakan oleh Kementerian Agama setempat, sehingga rasa was-was pihak keluarga dapat diminimalisir.

Fairid menitipkan doa kepada seluruh jemaah agar mendoakan keberkahan dan kemajuan bagi Kota Palangka Raya. (HENDRI/H)