PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, melalui Kabid Humas Kombes Pol Budi Rachmat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peredaran uang palsu di bulan Ramadhan 1447 Hijriah menjelang Hari Raya Idulfitri.

"Menjelang Idulfitri aktivitas transaksi masyarakat meningkat, sehingga potensi peredaran uang palsu juga ikut naik. Kami minta masyarakat lebih teliti saat menerima uang," ujarnya Selasa, 24 Februari 2026.

Peningkatan transaksi tunai biasanya terjadi di berbagai tempat seperti pusat perbelanjaan, pasar tradisional, hingga jasa penukaran uang musiman.

Kondisi tersebut menjadi celah bagi pelaku untuk menyisipkan uang palsu di tengah tingginya perputaran uang di masyarakat.

"Kami mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru saat menerima uang, terutama dalam jumlah besar," tegasnya.

Budi juga menyarankan agar warga menerapkan metode 3D yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang untuk memastikan keaslian uang yang diterima.

"Dengan metode 3D, ciri-ciri fisik uang asli bisa dikenali sehingga risiko menjadi korban dapat diminimalisir," jelasnya.

Budi mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan segera melapor ke Call Center 110 atau ke kantor kepolisian terdekat apabila menemukan atau mencurigai adanya peredaran uang palsu.

Menurutnya, pelaporan tersebut penting agar aparat dapat segera melakukan penelusuran dan penindakan terhadap pelaku.

"Jika menemukan indikasi uang palsu, segera laporkan agar bisa langsung kami tindak lanjuti," pungkasnya. (PATHUR/R)