BORNEONEWS, Palangka Raya - Keluarga mahasiswi Universitas Juanda, Bogor, Jawa Barat, Sitroneli (21 tahun) yang meninggal dunia dalam perjalanan menuju RS Muhammadiyah, usai minum kopi dan makan pizza di Rollaas Coffee, Minggu (18/12/2016) malam, tiba di kamar mayat RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, Senin (19/12/2016) sekitar pukul 19.00 WIB.
Mereka yang datang diketahui bernama, Zulkarnain, 51, paman korban, Riskita Pratama, 25, kakak tertua korban, dan tantenya Suryandari. Selain itu juga ada sejumlah dosen baik dari Universitas Juanda maupun Universitas Muhammadiyah, Palangka Raya.
Menurut Zulkarnain, almarhum tidak memiliki riwayat penyakit. Sedangkan batuk hanya sebatas batuk ringan. Anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Burhanudin (alm) dan Zahlia (58) ini juga dikenal ceria. Apalagi jika bertemu sanak keluarganya.
Di sisi lain, Zulkarnain menyebut tidak keberatan jika korban dilakukan otopsi. Hal ini untuk mengungkap kebenaran atas meninggalnya mahasiswi semester V, jurusan PGSD itu.
Zulkarnain menyebutkan, tidak memiliki rasa curiga terhadap siapapun. Namun apabila ditemukan adanya perbuatan tindak pidana, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian dalam hal ini Polres Palangka Raya yang menangani kasus tersebut.
Rencananya, jenazah akan dibawa ke Negeri Laskar Pelangi, Bangka Belitung, melalui Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya - Jakarta baru transit ke rumah duka.
"Ibunya sekarang masih dalam kondisi syok,” tutur Zurkarnain. (BUDI YULIANTO/m)








