BORNEONEWS, Tamiang Layang – Sejumlah orang tua siswa di Kota Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur mengeluhkan kondisi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah karena dianggap tidak layak konsumsi, termasuk telur matang yang berbau dan berair.
Mereka melaporkan hal ini ke wali kelas hingga kepala sekolah, meminta agar pihak penyedia MBG meninjau kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak.
Seorang ibu yang anaknya bersekolah di SD Negeri 4 Tamiang Layang dan SMP Negeri 1 Tamiang Layang menjelaskan bahwa pada Senin, 23 Februari 2026, anak-anaknya menerima paket MBG sekaligus untuk tiga hari. Isi paket tersebut antara lain tiga biji kurma, tiga kotak sari kacang ijo, tiga pie kemasan, dan tiga butir telur matang yang diduga sudah basi.
"Itu semua dikali tiga karena katanya MBG untuk tiga hari. selain telur yang bau, kurma saya cicipi satu juga pahit sehingga sisanya kami buang," ujar orang tua yang meminta namanya dirahasiakan, Selasa, 24 Februari 2026.
Hari ini anaknya yang bersekolah di SD mengaku tidak menerima MBG karena paket untuk tiga hari sudah dibagikan sebelumnya.
"Ini anak saya yang SD sudah pulang, saya tanya apa ada MBG hari ini, katanya tidak ada, kan sudah dikasih kemarin," jelasnya.
Orang tua lain mengeluhkan bahwa roti yang diterima anaknya keras sehingga tidak dihabiskan. Bahkan ada anak lain yang menyerahkan jatahnya kepada teman karena tidak tertarik atas menu yang disajikan.
Makanan MBG dibagikan menggunakan tas flanel khusus, yang harus dikembalikan ke penyedia setelah digunakan. Namun kondisi makanan yang diduga basi memicu protes dari banyak orang tua murid.
Kasus makanan MBG basi di Barito Timur bukan pertama kali terjadi. Sejumlah orang tua menekankan bahwa hal ini perlu menjadi perhatian serius dari pihak-pihak terkait, termasuk penyedia dan pengawas MBG, demi mencegah risiko keracunan dan menjaga kesehatan anak-anak.
Mereka juga menyampaikan harapannya melalui media sosial agar kejadian serupa tidak terulang, sehingga program MBG yang bertujuan mendukung kesehatan dan tumbuh kembang siswa tetap berjalan dengan aman, berkualitas dan dapat dipercaya.
Borneonews telah menghubungi Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Kecamatan Dusun, Desriantomi, melalui telepon dan pesan WhatsApp untuk meminta tanggapan, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada respons resmi. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)









