BORNEONEWS, Sampit – Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim) Muhammad Azwar Fuad, memastikan pasokan minyak goreng di wilayahnya telah mulai normal dalam seminggu terakhir. Pasokan ini langsung dari pabrik dan sudah mulai tersebar ke mitra pedagang di beberapa pasar utama di Kotim.
“Pasokan Minyak Kita memang dari seminggu terakhir mulai normal dari pabrik. Stok di gudang kami masih aman," katanya, Selasa, 24 Februari 2026.
Azwar Fuad menegaskan pendistribusian minyak goreng hanya dilakukan kepada pedagang yang telah terdaftar dan memenuhi persyaratan ketat sesuai kebijakan pemerintah pusat.
Ia menyebut di Pasar Keramat ada sekitar 30-an mitra pedagang yang disuplai oleh Bulog. Sedangkan di Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) baru sekitar 6 sampai 7 pedagang yang baru dilayani.
“Persyaratan itu memang agak ketat, seperti harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), NPWP, dan menginput data di SIER Merah. Dari sisi pedagang memang terasa ribet, tapi ini aturan yang harus kami edukasi dan jalankan,” ujarnya.
Untuk stok minyak goreng sendiri, Bulog Kotim saat ini memiliki persediaan sekitar 8.000 dus atau hampir mencapai 90.000 liter. Namun, stok ini terus bergerak karena distribusi rutin dilakukan setiap hari, termasuk suplai terbaru ke Pasar Keramat dan PPM.
“Dengan stok yang ada dan pasokan dari produsen yang terus masuk, kami yakin minyak goreng mencukupi selama Ramadan. Minyak goreng yang kami suplai ke pedagang harganya Rp14.500 per liter, dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700. Biasanya setiap hari kami distribusikan sekitar 400 dus ke pedagang,” ujarnya.
Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan dan harga minyak goreng agar tetap stabil selama bulan Ramadan yang tinggi permintaannya di masyarakat. (DEVIANA/j)









