BORNEONEWS, Palangka Raya – Sejak mahasiswi semester V, Prodi PGSD, Universitas Juanda, Bogor, Jawa Barat, Sitroneli, 21, muntah darah usai minum kopi dan makan pizza bersama tiga rekannya, lalu meninggal dunia dalam perjalanan menuju RS Muhammadiyah, Minggu (18/12/2016) malam, Rollaas Coffee dan Tea, di Jalan Antang, Palangka Raya langsung tutup, Senin (19/12/2016).

“Hari ini kita tutup. Teman-teman (karyawan) masih pada shocked,” ucap Manajer Operasional Senoaji kepada wartawan.

Senoaji masih enggan memberikan keterangan terkait kejadian tersebut. Dia mengatakan masih menunggu dari pihak kepolisian. 

“Kita tidak menyalahkan media. Berita-berita di online sudah kami simpan. Kita tunggu dari kepolisian saja. Setelah ada hasil otopsi dan keputusan dari polisi, baru kita akan lakukan klarifikasi,” beber Senoaji.

Dia menegaskan, pihaknya juga mendukung langkah penyelidikan yang dilakukan penyidik Reskrim Polres Palangka Raya. Namun dia tetap masih belum bersedia memberikan kronologi kejadian tersebut. 

“Saya tidak bisa memberikan statemen (pada waktu kejadian) sampai ada keputusan dari labfor dan polisi,” imbuhnya.

Meski demikian, Senoaji mengamini kalau korban dan tiga rekannya ngopi dan kafe itu. Kemudian terjadi muntah-muntah darah. Lalu karyawan membantu mengevakuasi menuju RS Muhammadiyah. Tetapi dalam perjalanan, mahasiswi asal Negeri Laskar Pelangi, Bangka Belitung itu meninggal dunia.

Menurutnya, polisi juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Meja, tempat duduk korban dan tiga rekannya yang kala itu ngopi plus makan pizza juga tidak diotak-atik. 

“Semua masih pada posisinya,” tuntasnya. (BUDI YULIANTO/m)