PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Pemudik libur lebaran Idul Fitri 1447H/2026 M, cukup tinggi. Terlihat dari tiket kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni, untuk keberangkatan dari Pelabuhan Kumai pada 9 hingga 19 Maret 2026, telah terjual habis. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Cabang PT Pelni Kumai, Andry Yudha. “Update per tanggal 23 Februari, untuk keberangkatan dari Kumai di tanggal 9 sampai 19 Maret sudah terjual habis semua,” ujar Andry, Rabu, 25 Februari 2026.

Untuk saat ini, pihaknya masih menunggu kemungkinan tambahan kuota penumpang, termasuk skema non seat (tanpa tempat tidur). Namun hingga saat ini memang belum ada keputusan resmi terkait penambahan tersebut.

“Kami berharap masih ada tambahan kuota atau non seat, namun untuk saat ini belum ada. Jika nanti ada tambahan akan kami infokan secara online, sehingga pembelian tetap melalui online,” tuturnya.

Ia menjelaskan, kemungkinan pembukaan non seat dapat terjadi pada awal Maret, meskipun hal itu masih menunggu dispensasi dari Kementerian Perhubungan. Biasanya, tambahan kuota diberikan sekitar 20 hingga 30 persen dari kapasitas normal kapal.

“Untuk dispensasi langsung dari kementerian, biasanya itu antara 30 persen atau 20 persen,” ujarnya.

Sejauh ini, lanjut Andry, belum terjadi lonjakan signifikan jumlah penumpang di Pelabuhan Kumai. Peningkatan diperkirakan mulai terlihat pada awal Maret, seiring mendekati periode puncak arus mudik Lebaran yang diprediksi berlangsung 6 Maret hingga 6 April 2026.

Ia menilai, belum tingginya pergerakan penumpang saat ini juga dipengaruhi faktor kalender pendidikan, karena sebagian besar anak sekolah masih aktif belajar.

"Ada beberapa calon penumpang itu pengennya ya sekarang. Tapi karena anak masih sekolah jadi nunggu pas momen linuran," Tuturnya. 

Di sisi lain, pemerintah memberikan stimulus berupa potongan harga tiket sebesar 30 persen untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 5 April 2026. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang merencanakan perjalanan mudik lebih awal.

“Jadi yang beli tiket dari sekarang untuk di masa periode tersebut masih dapat diskon 30 persen,” jelasnya.

Dengan habisnya tiket pada sejumlah tanggal favorit, Pelni Kumai kini menunggu kepastian tambahan kuota dari kementerian. Jika disetujui, informasi pembelian akan diumumkan secara daring agar proses penjualan tetap tertib dan transparan menjelang puncak musim mudik Lebaran 2026. (DANANG/j)