PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wacana pembatasan ekspansi gerai ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret di wilayah desa memicu beragam tanggapan dari masyarakat. 

Kebijakan yang dikaitkan dengan penguatan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih ini dinilai memiliki dampak besar, baik terhadap pertumbuhan ekonomi lokal maupun peluang kerja masyarakat.

Sebagian masyarakat menyatakan kekhawatiran bahwa pembatasan ekspansi ritel modern dapat berdampak langsung terhadap lapangan pekerjaan. 

Mereka menilai gerai ritel modern selama ini menjadi salah satu sumber pekerjaan yang mudah diakses, terutama bagi lulusan SMA dan generasi muda di daerah. 

Jika ekspansi dihentikan, maka peluang kerja baru dikhawatirkan akan semakin terbatas dan berpotensi meningkatkan angka pengangguran.

“Kalau pembukaan gerai baru dibatasi, otomatis peluang kerja juga berkurang. Banyak anak muda yang selama ini berharap bisa bekerja di ritel modern,” ujar Dika salah seorang warga Palangka Raya, Rabu, 25 Februari 2026.

Ia menilai pemerintah perlu mempertimbangkan dampak sosial dari kebijakan tersebut, terutama di daerah yang masih terbatas pilihan lapangan kerjanya.

Namun di sisi lain, ada pula masyarakat yang mendukung langkah pemerintah apabila bertujuan memperkuat ekonomi desa melalui koperasi. 

Risna salah satu warga Kelurahan Menteng menilai keberadaan koperasi desa dapat menjadi solusi untuk memperkuat ekonomi masyarakat secara kolektif.

"Aalkan dikelola secara profesional, transparan, dan mampu memenuhi kebutuhan warga secara konsisten," ungkap Risna.

Meski demikian, tidak sedikit pula warga yang mengkritik kebijakan tersebut secara tajam. Sutaji Firmansyah warga Jalan G.Obos Induk Palangka Raya menilai pembatasan ekspansi ritel modern justru menunjukkan bahwa pemerintah belum siap bersaing secara terbuka. 

Sutaji bahkan menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah yang terkesan tidak solutif, apabila tidak diiringi dengan pembenahan menyeluruh terhadap kualitas dan daya saing koperasi.

"Saya sih berharap pemerintah tidak hanya membatasi ekspansi ritel modern, tetapi juga memastikan koperasi desa benar-benar siap bersaing dari segi pelayanan, ketersediaan barang, harga, dan manajemen," tegasnya.

Menurut Sutaji kebijakan yang ideal adalah menciptakan persaingan sehat dan adil, sehingga koperasi dan ritel modern dapat tumbuh berdampingan tanpa merugikan masyarakat maupun mengurangi peluang kerja. (MARINI/j)