BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Suasana religius mewarnai pelaksanaan Pekan Ramadan di MAN Kapuas, 24 dan 25 Februari 2026. Kegiatan yang merupakan bagian dari Pendidikan Karakter ini diisi dengan materi keutamaan i’tikaf serta peringatan Nuzulul Qur’an yang difokuskan pada penguatan spiritual dan literasi Alquran peserta didik.
Pada hari kedua, siswa mendapatkan materi tentang keutamaan i’tikaf sebagai bagian dari penguatan ibadah di bulan Ramadan. Kegiatan dilaksanakan di kelas masing-masing usai salat Dhuha. Pemateri dan moderator hadir langsung untuk menyampaikan materi sekaligus memandu diskusi interaktif bersama peserta didik.
Dalam pemaparan dijelaskan bahwa i’tikaf merupakan amalan sunnah yang dianjurkan, khususnya pada sepuluh hari terakhir Ramadan. I’tikaf tidak hanya dimaknai sebagai berdiam diri di masjid, tetapi juga sebagai proses pembinaan spiritual yang melatih kesungguhan, kedisiplinan, serta pengendalian diri. Melalui ibadah, dzikir, tilawah Alquran dan refleksi diri, siswa diajak meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah SWT.
Memasuki hari ketiga, kegiatan mengusung tema Nuzulul quran. Rangkaian acara diawali dengan salat Dhuha, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai sejarah turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira. Peserta didik tidak hanya mendengarkan paparan, tetapi juga diajak berdialog mengenai bagaimana menjadikan Alquran sebagai sumber inspirasi dalam belajar, berperilaku, dan berinteraksi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kepala MAN Kapuas, Ahmad Mulyadi, menyampaikan bahwa materi i’tikaf dan peringatan Nuzulul Quran memiliki nilai strategis dalam pembentukan karakter spiritual peserta didik.
“I’tikaf adalah momentum untuk memperkuat keimanan dan melatih konsistensi dalam beribadah. Melalui Pendidikan Karakter di bulan Ramadan, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa pembinaan akhlak dan spiritual harus berjalan seiring dengan prestasi akademik,” ungkapnya, Rabu, 25 Februari 2026.
Ia juga menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Quran hendaknya dimaknai secara substantif, bukan sekadar seremoni tahunan. “Alquran diturunkan sebagai petunjuk dan pembeda antara yang benar dan yang salah. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada peserta didik agar menjadikan Alquran sebagai landasan berpikir dan bertindak,” ungkapnya.
Melalui Pekan Ramadan ini, MAN Kapuas berharap mampu membangun karakter religius sekaligus memperkuat budaya literasi Alquran di lingkungan madrasah, sehingga pembinaan spiritual berjalan selaras dengan pencapaian akademik siswa. (SABRIANOOR/y)









