BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Di usia ke-55 tahun pada 25 Februari 2026, Bupati Kapuas M. Wiyatno menapaki fase baru pengabdiannya sebagai kepala daerah. Lebih dari satu tahun memimpin Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, ia telah menorehkan sejumlah perubahan yang terlihat di berbagai sudut wilayah, baik di pusat kota maupun kecamatan.
Gaya kepemimpinan Wiyatno dikenal dekat dengan lapangan. Ia kerap mengendarai motor trail saat meninjau desa-desa dan wilayah terpencil. Cara ini dinilai efektif untuk merasakan langsung kondisi jalan, jembatan, hingga akses layanan dasar yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Kebiasaan tersebut bahkan menular ke sejumlah jajaran di lingkungan Pemkab Kapuas.
Sejumlah infrastruktur mulai menunjukkan pembenahan. Peningkatan jalan dan jembatan dirintis di beberapa kecamatan, lampu penerangan jalan dipasang di titik-titik strategis, serta gerbang dengan ornamen khas lokal dibangun sebagai penanda identitas daerah. Ruang publik pun dipercantik, mulai dari taman kota hingga kawasan dermaga yang kini menjadi tempat warga beraktivitas dan bersantai.
Di kawasan Dermaga KP3 misalnya, warga merasakan perubahan suasana yang lebih tertata. Taman publik yang dibangun menjadi ruang interaksi baru bagi masyarakat. Meski belum sepenuhnya sempurna, sentuhan pembangunan tersebut menghadirkan wajah kota yang lebih hidup.
Sejumlah warga menyampaikan kesan positif atas capaian tersebut. Rahmadi (43), warga Selat, menilai pendekatan turun langsung ke lapangan menjadi nilai tambah kepemimpinan Wiyatno.
“Beliau mau melihat langsung kondisi jalan di desa. Masyarakat merasa diperhatikan. Mudah-mudahan ke depan makin banyak pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar,” ujarnya, Rabu, 25 Februari 2026.
Namun demikian, warga juga menyampaikan harapan dan masukan. Sektor lapangan kerja menjadi perhatian utama. Pertumbuhan infrastruktur diharapkan sejalan dengan terbukanya peluang usaha dan investasi yang mampu menyerap tenaga kerja lokal, terutama generasi muda. Pelatihan keterampilan berbasis potensi daerah dinilai penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton pembangunan.
Selain itu, peningkatan literasi masyarakat juga menjadi pekerjaan rumah. Akses terhadap bahan bacaan, penguatan perpustakaan desa, serta program literasi digital dianggap perlu diperluas. Dengan literasi yang baik, warga diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkan peluang ekonomi kreatif.
Perhatian terhadap relawan kemanusiaan turut menjadi sorotan. Kapuas yang kerap menghadapi tantangan banjir dan kebakaran lahan membutuhkan dukungan lebih bagi para relawan. Warga berharap adanya pelatihan, perlengkapan memadai, serta skema perlindungan yang jelas bagi mereka yang selama ini bergerak membantu masyarakat dalam situasi darurat.
Di momentum ulang tahunnya yang ke-55, doa dan harapan pun mengalir. Warga berharap Bupati M. Wiyatno senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin. Pembangunan yang telah dirintis diharapkan terus berlanjut, dengan fokus pada pemerataan, kesejahteraan, serta kolaborasi bersama masyarakat demi Kapuas yang lebih maju dan inklusif. (SABRIANOOR/j)









